Tuesday, April 07, 2009

Pemblokiran Say No to Mega Jilid 1

Hahahahahahahaha
Rada kaget juga waktu buka facebook tadi malem sembari lembur n macet mereda, ada temen yang ngasih tau buat gabung di Say No! to Mega . Iseng2 buka, wewww, ternyata sudah 91.000 lebih yang join. Trus baca2 'aspirasi' orang-orang yang join. Cuman senyam-senyum simpul aja awak membaca waktu ada yang nyinggung masalah kritikan Mega terhadap BLT, tapi ga lama ada iklan yang terkesan PDIP mendukung BLT.

Eh, pas ngupdate tadi pagi, ternyata fans grup tsb diblok dengan sukses (wah hebat, doi ternyata bisa internetan....).

Tapi memang, dari capres yang ada sekarang, rasanya masih banyak yang lebih baik dari beliau. Sorrrryyy tooooo saaaaayyyy, doi ga bakat jadi pemimpin. Hal yang paling menyebalkan adalah, kita punya pemimpin yang dipilih karena dia adalah anak siaapaaa gituh. Kapabilitasnya? Ga penting lah. Sing penting, sendiko dawuh urip mati nderek mbak Mega (yang penting, perkenannya paduka, hidup mati ikut mbak Mega).

Its suck man!! (sorry kalo gw sampe mengumpat)

But its real. samalah dengan 'butanya' para pendukung Gus Dur (mentang2 dia dianggap wali sama orang2). Betapa 'bodohnya' kita jika dalam memilih pemimpin, kita tidak melihat kapabilitasnya, amanah ato tidak.

Shahabat saja ketika memilih siapa pengganti Rasulullah sebagai khalifah, malah enggan maju, justru mendorong shahabat lain.

Awak tidak akan ikutan pemilu caleg, sampe pilpres putaran pertama, bahkan akhir. Awak akan memilih jika pilpres terakhir skenario yang terjadi adalah : Si Fulan vs Mbak Mega. So, atas dasar syar'i, gw rasanya wajib milih si Fulan. Apalah jadinya jika negara ini dipimpin oleh seorang perempuan? Bukan gender, tapi ini adalah hadits, dan jangan ambil resiko buat melanggar hadits.

insert: http://indonesiamemilih.kompas.com

Wednesday, February 11, 2009

11 Februari 1945

Itu tanggal lahir Bapak awak. Tentu, layaknya orang2 tua dulu, mereka tidak mencatat tanggal kelahiran anak2nya, hanya mengandalkan peristiwa terdekat yg terjadi pada saat itu, plus ingatan mereka terhadap penanggalan Jawa, tepatnya Hari Pon-Wage-Pahing-Kliwon dst.... Contoh, kata nenek dan kakek awak, Bapak itu lahir di tahun ketika Indonesia merdeka. Kalo Ibu saya, lahir pada saat Belanda masuk lagi ke Jawa (Agresi Militer 1947).

Intinya: awak lagi kangen sekali pada Bapak rahimahumullah (semoga Alloh merahmatinya). Taun lalu adalah PERTAMA kalinya dan TERAKHIR kalinya ultah Bapak di'rayakan' dengan cukup istimewa. Kalo mau liat liputannya silahkan klik di sini. Wah, bahagia betul rasanya saat itu.

Bapak
Aji kangen
Dewi kangen
Nabil masih terlalu kecil buat kangen (jangankan ke kakeknya, ke ayahnya aja dia bisa cuek abis, lebih milih Bundanya)
Tapi Aji yakin, dia sayang banget sama Bapak, sama sayangnya tatapan Bapak waktu ngasih minum susu botol (videonya masih ada tuh....)

Ah Pak, semoga Allah menjaga kuburmu dengan malaikat2 di sekitarnya, hingga kau tenang menunggu saatnya kiamat nanti....

Tuesday, January 13, 2009

Presiden RI : Kelakuan..kelakuan....hehehehehe #5

Bagaimana dengan SBY?

Selanjutnya, bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Tjipta menilai, SBY adalah sosok yang perfeksionis. Ia selalu tampil rapi dengan tutur kata yang tertata. SBY pasti sadar bahwa ia seorang pria yang dikaruniai Tuhan dengan wajah cukup ganteng, dan ia betul-betul memanfaatkan ketampanannya setiap kali tampil di depan pers. Seolah kegantengannya dan penampilannya yang dandymerupakan daya tarik tersendiri yang harus selalu ‘dijual’ kepada publik setiap kali ia tampil.

”Pakaian yang dikenakan—apakah berupa setelan jas atau batik—selalu berkualitas No. 1 dengan warna, motif, dan ukuran mantap, mencerminkan seleranya berbusana yang tinggi. Ketika itu ia mungkin lebih pas diberikan predikat sebagai ‘foto model’ atau ‘aktor’ daripada seorang ‘kepala negara’,” tulis Tjipta.

Sebagai seorang perfeksionis, lanjut Tjipta, SBY selalu berusaha berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan verbal yang sempurna. Namun, gaya bahasanya sering kalihigh-context, cenderung berputar-putar, terutama ketika ia belum siap dengan keputusannya.

Sayang, tidak banyak hal tersembunyi yang terungkap dalam analisis terhadap gaya komunikasi politik SBY. Tjipta banyak menggunakan contoh dari pemberitaan di media massa. Mungkin para pembantunya belum ada yang berani bicara terbuka karena Bapak Presiden masih berkuasa./*

Presiden RI : Kelakuan..kelakuan....hehehehehe #4

"Behind the Scene" (4): Habibie, Presiden Pintar yang Tidak Pernah Mau Kalah
Rabu, 17 Desember 2008 | 12:09 WIB

Meski sekian lama menjadi bagian dari masa Pemerintahan Soeharto dan menganggap Soeharto adalah guru sekaligus bapaknya, gaya kepemimpinan Habibie jauh bertolak belakang dengan orang yang dihormatinya itu. Muladi, mantan Menteri Kehakiman di era Orde Baru, menuturkan, sidang kabinet yang dipimpin Soeharto selalu berlangsung dalam suasana mencekam. Para menteri takut angkat tangan mengajukan diri untuk bicara. Sementara itu, di zaman Habibie, para menteri justru berebut mengacungkan jari. Muladi menggambarkan, susana sidang kabinet seperti sebuah seminar: riuh, panas, kadang gebrak-gebrak meja seperti mau berkelahi.

Habibie sendiri yang merangsang suasana seperti itu karena dia memang senang berdebat. Semakin didebat, ia semakin bersemangat. Karena semua menteri boleh bicara dan perdebatan dibuka seluas-luasnya sebelum diambil keputusan, sidang kabinet bisa berlangsung sampai larut malam.

Habibie, menurut Tjipta dalam bukunya “Dari Soekarno sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa”, adalah seorang extrovert. Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya salah satu solusi untuk menurunkan tensinya. Karakteristik ini diilustrasikan dengan kisah lepasnya Timor Timur dari Indonesia.

Semua orang terkejut, terutama Almarhum Ali Alatas yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, ketika Habibie tiba-tiba mengumumkan kepada dunia internasional tentang pemberian opsi kepada rakyat Timor Timur: tetap bergabung dengan Indonesia atau melepaskan diri sebagai negara merdeka.

Tjipta menganalisa, biang keladi dari keputusan besar ini adalah sepucuk surat Perdana Menteri Australia kala itu, John Howard, yang ditujukan kepada Habibie pada Desember 1998. Menurut penuturan Juwono Soedarsono, Habibie marah membaca isi surat Howard yang meminta Indonesia mempertimbangkan hak politik rakyat Timor Timur untuk menyatakan penentuan nasib sendiri.

Habibie merasa surat itu seperti tantangan sekaligus kritik terhadap Pemerintah Indonesia. “Karena Habibie mempunyai tabiat tidak mau kalah dengan siapa pun maka tantangan itu pun secara spontan dijawab,” tulis Tjipta.

Dalam sidang kabinet 27 Januari 1999, kebijakan pemberian opsi ini dipertanyakan oleh Hendropriyono yang kala itu menjabat sebagai Menteri Transmigrasi. “Kalau plebisit kalah, bagaimana? Siapa bertanggung jawab? Ini kan nanti akan terjadi eksodus, eksodus dari para transmigran yang sudah 25 tahun di sana. Siapa yang bertanggung jawab?” cecar Hendro seperti ditulis dalam buku itu.

Habibie dengan sigap menjawab, ”Saya bertanggung jawab.”

Fahmi Idris, Menteri Tenaga kerja kala itu, segera menimpali, ”Tanggung jawab apa, Presiden?”

Wajah Habibie tampak merah. Seorang menteri dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) lantas menengahi situasi panas ini. (halaman 154)

Presiden RI : Kelakuan..kelakuan....hehehehehe #3

"Behind the Scene" (3): Gus Dur Menggebrak Meja Hingga Meraung-raung
Rabu, 17 Desember 2008 | 12:03 WIB

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Presiden Indonesia keempat. Masa kepemimpinannya tidak lama, hanya 21 bulan (20 Oktober 1999-23 Juli 2001). Ia dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dipimpin Amies Rais dan digantikan Megawati Soekarnoputri.

Meski rentang kepemimpinannya paling singkat dalam sejarah Indonesia, sepak terjangnya banyak menuai kontroversi. Manuver-manuvernya sulit dipahami. Gayanya yang ceplas-ceplos menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Tjipta menyebut dalam bukunya Dari Soekarno sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa, Gus Dur tidak bisa memisahkan statusnya sebagai kiai dan Presiden Republik Indonesia. Statusnya sebagai kiai bahkan kerap lebih menonjol daripada sebagai Kepala Negara. Akibatnya, komunikasi politik Gus Dur kacau. Sebagai kiai Gus Dur adalah sosok yang terbuka terhadap siapa saja, termasuk terbuka terhadap segala informasi yang dibisikan kepadanya. Celakanya, Gus Dur sering percaya begitu saja pada bisik-bisik orang tanpa pernah lagi mengeceknya. Gara-gara bisik-bisik ini pula ada orang kehilangan kesempatan emasnya berkarier di luar negeri.

Laksamana Sukardi, kala itu Menteri Negara Badan Urusan Milik Negara, menuturkan dalam buku tersebut, suatu kali dipanggil Gus Dur ke istana. Gus Dur menyampaikan, ada orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan reputasi sangat baik. Ia masih muda dan pintar. Gus Dur ingin Laksamana mencarikan posisi untuk orang itu. “Dia pintar sekali. Lalu dia mau ditarik ke New York. Kan sayang kalau ada anak muda yang pintar, masak kerja di luar negeri. Tolong, deh,” ucap Gus Dur seperti ditirukan Laksamana.

Tak lama setelah hari itu, Laksamana kembali menghadap Gus Dur. Ada posisi lowong sebagai Direksi Indosat. “Gus, ingat enggak ini orang, anak muda yang tempo hari Gus titipkan kepada saya? Dia lebih cocok di Indosat Gus,” kata Laksamana.

Gus Dur rupanya sudah lupa. Setelah berpikir agak lama, tiba-tiba ia menjawab lantang, ”Enggak bisa itu orang!” “Lho, kenapa, Gus?” Laksamana terperanjat.
”Dia bawa lari istri orang.”

Laksamana kaget setengah mati. Pasalnya, ia sudah menyuruh orang itu keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, bahkan diminta secepatnya keluar karena ada perintah Presiden. Orang itu pun sudah ada di Indonesia. Laksamana kemudian meminta orang itu menghadap ke kantornya.

”Mas, kok Gus Dur bilang kamu bawa lari istri orang?” tanya Laksamana.
”Demi Allah Pak! Saya masih dengan istri saya yang sekarang,” jawab orang itu.

Usut punya usut, ternyata Gus Dur mendapat bisikan dari orang tertentu tentang anak muda ini. Dan, faktanya bisikan itu tidak benar. Anak muda bergelar PhD ini akhirnya bekerja di sebuah bank swasta. Laksamana merasa kasihan. Bagaimana tidak! Kariernya di perusahaan luar negeri itu sudah bagus, tapi gara-gara seorang pembisik nasibnya jadi kacau balau (hal 207).

Gus Dur menangis meraung-raung

Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang emosional. Bila marah, ia bisa menggebrak meja dan kata-kata keras meluncur dari mulutnya. Salah seorang mantan menteri yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan, ia pernah dimarahi habis-habisan. Ceritanya begini, ada seorang kerabat Gus Dur duduk dalam pemerintahan. Sebut saja namanya XZ. Gus Dur sebenarnya tidak pernah mengangkat XZ. Namun, seorang pimpinan salah satu instansi pemerintah mengangkat XZ sebagai pejabat eselon 1.

Mungkin, orang itu berpikir dengan mengangkat kerabat Gus Dur kariernya akan jadi lebih baik mengingat kedekatan XZ dengan Gus Dur.

Namun, sebagai pejabat eselon 1, XZ diketahui kerap “memeras” sejumlah konglomerat keturunan Tionghoa. Para pengusaha ini mendapat semacam “bantuan”, tapi dengan imbalan yang sangat besar.

Sang menteri tersebut, sebut saja AB, melaporkan perilaku XZ kepada Gus Dur. Gus Dur marah. AB dicaci maki Gus Dur karena Gus Dur tidak memercayai laporan AB.

Beberapa hari kemudian, AB dipanggil Gus Dur ke istana. Pertemuan empat mata. Begitu masuk ke ruang kerja Gus Dur, AB melihat Gus Dur menangis meraung-raung. Ia tampak dilanda kesedihan luar biasa. Lama Gus Dur tidak bisa bicara, hanya menangis dan menangis.

AB bingung, tidak tahu apa yang sedang dialami Gus Dur. Ia berusaha menenangkan Gus Dur. “Gus, tenang, Gus. Tenang, Gus! Ada masalah apa?” ucapnya sambil mengusapi dan memijat-mijat tangan Gus Dur. Sesaat kemudian, Gus Dur berusaha menguasai dirinya, sebelum akhirnya membuka suara.

Intinya, ia mengakui kebenaran informasi tentang perilaku XZ yang pernah disampaikan AB. “Saya malu! Sangat malu! Ternyata, apa yang kamu laporkan kepada saya memang benar semua! Kurang ajar dia!” ujar Gus Dur (hal 225).

Sejak saat itu dan selama setahun lebih, Gus Dur tidak pernah menyapa XZ.

Presiden RI : Kelakuan..kelakuan....hehehehehe #2

"Behind the Scene" (2): Megawati Lebih Antusias Bicara Soal "Shopping"
Rabu, 17 Desember 2008 | 11:58 WIB
MEGAWATI Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima. Bisa disebut ia adalah Presiden Indonesia paling pendiam. Putri Bung Karno ini sepertinya seorang pengikut fanatik pepatah kuno “Silence is Gold”. Namun, diamnya Megawati sering kali kelewatan. Ia tetap tak bersuara, bahkan ketika negeri ini membutuhkan kejelasan sikapnya. Sampai-sampai (alm) Roeslam Abdulgani, tokoh pejuang 45, berseru, “Megawati bicaralah sebagai Presiden!”

Mengapa Megawati lebih banyak diam?

Tjipta Lesmana dalam bukunya Dari Soekarno sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa mengisahkan, pada suatu hari, saat masih menjabat sebagai Presiden, Megawati Soekarnoputri tampak tengah berbincang lama sekali dengan seorang menterinya di kediaman resminya, di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Sementara perbincangan berlangsung, seorang pembantu dekatnya yang lain menunggu dengan gelisah. Pasalnya, ia sudah menunggu lama lewat dari waktu yang dijanjikan untuk bertemu.
Seusai pembicaraan Megawati dengan menterinya, pembantu ini bertanya kepada si Menteri. “Lama amat sih kamu ngobrol-nya. Apa saja sih yang dibahas?”
”Enggak ada Mas. Kami ngobrol hal-hal lain yang enggak ada kaitannya dengan negara!” jawab sang menteri sambil tertawa lebar (hal 272).

Itulah Megawati. Berdasarkan penuturan Laksamana Sukardi, mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, jika berdiskusi dengan pembantunya, lebih sering soal-soal ringan, seperti masakan, tanaman, dan shopping. Pembicaraan dengan topik itu bisa membuat diskusi dengan Megawati berlangsung lama. Namun, jika sudah menyentuh soal pekerjaan atau negara, daya fokusnya sangat terbatas. Konsentrasinya kurang cukup untuk terus-menerus fokus ke permasalahan. Hal ini menimbulkan kesan Megawati orang yang tidak mau repot dalam mengurus negara.
Mantan pentinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini hengkang dan mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan, Roy BB Janis, menuturkan dalam buku itu, dalam sidang kabinet, Megawati biasanya lebih banyak diam. Kalaupun angkat suara fungsinya hanya sebagai pengatur lalu lintas. Kalau ada dua menteri saling berdebat di sidang kabinet, Megawati hanya menonton, jarang memberikan pendapatnya sendiri atau menengahi keduanya meski perdebatan sudah berada pada tingkat "panas".
Ada cukilan kisah menarik tentang diamnya Megawati. Menjelang tutup tahun 2002 aksi-aksi unjuk rasa antipemerintah, terutama dilancarkan mahasiswa, menunjukkan eskalasi yang tinggi. Aksi ini menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Di tengah ingar-bingar unjuk rasa itu, beredarlah rumor yang menyebutkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengompori rangkaian unjuk rasa itu.
Sebagai orang yang ikut bertanggung jawab atas stabilitas pemerintah, Hendropriyono (Kepala Badan Intelijen Negara), Susilo Bambang Yudhoyono (Menteri Koordinator Politik dan Kemanan), dan Da’i Bachtiar (Kapolri), rupanya terus memeras otak untuk mencari tahu siapa dalang aksi-aksi ini. Lantas, dalam rapat kabinet tanggal 20 Januari 2003, muncul empat nama yang disebut-sebut sebagai pihak yang berada di belakang aksi unjuk rasa. Mereka adalah Jenderal Wiranto, Fuad Bawazier, Adi Sasono, dan Eros Djarot.
Tentang Fuad Bawazier, memang diketahui lama adalah mitra bisnis Rini Suwandi yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam kabinet Megawati. Kemitraan mereka terjadi jauh sebelum Rini menjadi menteri.
Suatu hari bertemulah Hendropriyono dan Rini Suwandi di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar. Hendro menegur keras Rini soal sepak terjang Fuad. Kata-kata Hendro meluncur tanpa tedeng aling-aling. Teguran itu begitu menyakitkan Rini hingga ia menangis sambil memeluk Megawati. Apa reaksi Presiden? Megawati hanya tersenyum menyaksikan adegan perang mulut antara dua pembantu dekatnya (hal 276).

Pendendam

Semua orang mafhum, hingga detik ini Megawati emoh bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden berkuasa yang notabene adalah mantan pembantunya di kabinet. Dalam upacara kenegaraan memperingati Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia Ke-63, 17 Agustus, tahun ini, Megawati tidak hadir. Ketidakhadirannya diyakini karena faktor Yudhoyono sebagai Presiden.
Tjipta menulis, “Di mata Megawati, Susilo Bambang Yuhoyono tidak lebih seorang pengkhianat, bahkan seorang Brutus yang sadis,” (hal 303). Ini semua karena sikap “diam-diam” SBY yang mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2004. SBY dinilai tidak jantan. Beberapa kali Megawati bertanya kepada SBY apakah akan maju dalam Pemilu 2004. Dengan diplomatis SBY menjawab, “Belum memikirkan soal itu, Bu. Saya masih konsentrasi dengan tugas selaku Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.” (hal 288).
Namun, Megawati dan kubunya menaruh kecurigaan besar terhadap SBY dan timnya. Perseteruan di balik selimut pun terjadi. Terungkap ke publik bahwa Megawati mengucilkan SBY dari sidang-sidang kabinet. Sikap Megawati ini menguntungkan SBY karena dengan itu SBY tampil di media sebagai korban kezaliman Megawati.
Pada 12 Maret 2004 SBY mengirimkan surat pengunduran diri dari kabinet. Dua hari kemudian ia terbang ke Banyuwangi, berkampanye untuk Partai Demokrat. Pada putaran kedua Pemilu 2004 SBY menang gemilang dalam pemungutan suara. Megawati sedih dan menangis.
Semua orang tahu, saat pelantikan SBY di Gedung MPR pada 20 Oktober 2004 Megawati tidak hadir, padahal banyak orang dekat membujuknya datang. Semua orang juga tahu, pagi itu Megawati bahkan tidak duduk di depan pesawat televisinya, tapi sibuk berkebun.
Menurut penuturan Roy BB Janis, kegusaran dan kebencian Megawati diartikulasikan dalam rapat DPP PDI-P. “Kalau orang lain, Amien Rais presiden, Wiranto presiden, siapalah, saya datang. Namun, kalau ini (SBY) saya enggak bisa karena dia menikam saya dari belakang,” begitu kata Megawati seperti ditirukan Roy (hal 289).

Presiden RI : Kelakuan..kelakuan....hehehehehe #1

"Behind the Scene" Tingkah Laku Para Presiden Indonesia
Dari www.kompas.com, Rabu, 17 Desember 2008

"Behind the Scene" Tingkah Laku Para Presiden Indonesia (1)
Suatu ketika, pada era pemerintahan Gus Dur, Laksamana Sukardi (Menteri Negera Badan Urusan Negara) ikut serta dalam kunjungan kenegaraan ke Eropa dan Asia. Jadwal Presiden sangat ketat sehingga membuatnya teler. Para anggota rombongan pun kelelahan luar biasa.
Di Seoul, Gus Dur menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Korea. Kedua pemimpin negara duduk berdampingan. Perdana Menteri Korea berbicara kalimat demi kalimat yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah. Rupanya, karena sangat lelah dan tidak menarik mendengarkan terjemahan, Gus Dur tertidur.
Pada salah satu bagian, PM Korea berujar, ”Mr President, we have an excelent nuclear technology for power plant. If you are interested, we would be happy to have it for you. (Tuan Presiden, kami memiliki teknologi nuklir yang canggih untuk pembangkit tenaga. Kalau Anda berminat, kami bisa mengusahakannya untuk Anda),” Pemerintah Korea menawarkan bantuan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik Indonesia.
Saat itu, Gus Dur tidur pulas sekali. Selesai pernyataan itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris, PM Korea menoleh ke arah Gus Dur menunggu jawaban. Namun, tidak ada jawaban. Laksamana cepat-cepat membangunkan Gus Dur. “Gus... Gus... bangun! Gus... dia tanya apakah kita interesteddengan power plant technology yang dia punya.”
Gus Dur karena baru terbangun dari tidurnya dan belum berkonsentrasi langsung nyeplos, “My Minister ask about your nuclear technology…! (Menteri saya bertanya tentang teknologi nuklir yang Anda miliki),”
Laksamana geli bercampur malu. Anggota rombongan pun tersipu-sipu, tidak berani melihat wajah PM Korea. “Kita semua malu. Merah muka kita di hadapan Perdana Menteri Korea,” tutur Laksamana.

Demikian salah satu cerita yang terungkap dalam buku Dari Soekarno sampai SBY: Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa karya Prof Dr Tjipta Lesmana, MA. Buku yang baru diluncurkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada pertengahan bulan November menguak pola komunikasi politik enam presiden yang pernah memimpin Indonesia, dari Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Tjipta melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Ia melakukan wawancara secara mendalam dengan 25 orang yang dekat dengan keenam presiden itu.
Buku setebal 396 halaman itu mengungkap gaya komunikasi para presiden Indonesia dalam beragam kondisi. Soekarno digambarkan sebagai sosok yang banyak bicara dengan bahasa lugas, tanpa tedeng aling-aling. Sementara itu, gaya Soeharto berada di ekstrem yang lain, hight context, para pembantunya harus pintar memahami yang tersirat di balik yang tersurat, plus memahami senyumnya yang multitafsir.
Habibie digambarkan sebagai pribadi yang terbuka, tetapi terkesan mau menang sendiri dalam berwacana dan alergi terhadap kritik. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga memiliki gaya yang sangat terbuka, demokratis, tapi cenderung diktator. Gus Dur sangat impulsif. Ia bisa tertawa terbahak, tetapi bisa juga menggebrak meja sekerasnya di depan komunikannya.
Megawati lain lagi. Meski dipandang cukup demokratis, pribadi Megawati dinilai tertutup dan cepat emosional. Ia alergi pada kritik. Komunikasinya didominasi oleh keluhan dan uneg-uneg, nyaris tidak pernah menyentuh visi misi pemerintahannya. Dan, tanpa diragukan lagi, tulis Tjipta, Megawati adalah seorang pendendam.
Selanjutnya, Susilo Bambang Yudhoyono digambarkan sebagai sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap kritik. Hanya, sayang, konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik.
Yang menarik dari buku ini adalah semua analisis ditarik berdasarkan kisah-kisah kecil interaksi sehari-hari antara presiden dan para menterinya. Sebagian kisah itu tak pernah muncul ke publik sebelumnya.

Tuesday, December 30, 2008

Salah Kaprah di Tahun Baru Islam

Singkat saja. Sebenarnya banyak salah kaprah (kalo ga mau dibilang bid'ah) yg terjadi pada umat Islam saat ini.
Tak usahlah membahas perayaan Maulid Nabi, contoh terdekat mungkin acara tahun baru Satu Suro, eh, Muharam kemaren. Literatur manapun, tak ada Rasulullah dan 3 khalifah utama, sahabat utama beliau, merayakan tahun baru Islam. Sungguh, itu cuman masalah tanggal saja. Pergantian identitas tahun dari nama2 PERISTIWA (inget tahun gajah, tahun dimana Abrahah menyerbu Ka'bah dengan pasukan gajahnya?), menjadi tahun yg beridentitas ANGKA.

Parahnya, ada yg memperlakukan pergantian tahun hijriyah ini sama seperti tahun baru masehi. Bukan, bukan dengan berpesta2. Tapi menjadikan malam pergantian tahun tersebut menjadi momen untuk dzikir, qiyam lail di saat pergantian tahun di tengah malam. Padahal, kalo ente paham, perbedaan yg paling mendasar dari kedua sistem kalender tsb adalah basisnya: satu menggunakan BULAN, satunya MATAHARI.

Syamsiah menghitung pergantian tanggal itu dari pukul 00:00 ato 24:00.
Qomariyah menghitung pergantian tanggal itu dari saat maghrib.

So, kalo ente2 ga mau ngawurnya kebangetan, mestinya 'tiup terompet' tahun baru Hiriyah berbarengan sama adzan Maghrib.....

huehehehehehe

insert: ba'da maghrib di senggigi, feb 2006

Wednesday, December 24, 2008

Surga buat Wanita

Sering dapet pertanyaan (tapi sepertinya lebih tepat PERNYATAAN yg menjurus komplain kali yak), dari wanita yg merasa RUGI ketika saat bulan puasa tidak bisa optimal ibadahnya karena haid. Begitupun ketika ada hadits yang menyatakan sholatnya wanita itu lebih afdhol di rumah (namun suami tidak boleh melarang jika mereka ingin ke masjid).

Barusan awak mendapat jawabannya yang paling logis dan cerdas atas pertanyaan tsb.

Sudah lama ga ikutan kajian di kantor (gile, bandel amat awak niy). Ketika ada yang bertanya masalah menunda haid saat berhaji (dengan obat tertentu), ustadz bilang: jangan mempersulit keadaan. Kalau sesuatu siklus alami dihadang, pastinya ada efek buruk dikemudian hari. Wanita yang haid ketika sedang berhaji, boleh melakukan semua ritual haji, kecuali sholat dan thowaf (haditsnya dari Aisyah radhiyallahuanhu).

Naaah, kemudian beliau menyinggung masalah adanya kesempatan kehilangan pahala dari wanita yang haid, karena dia tidak bisa sholat,shaum dll. Sungguh, persepsi itu adalah salah besar. SALAH BESAR.

Pada prinsipnya, ibadah dibagi 2: PERINTAH dan LARANGAN. Kedua2nya membawa konsekwensi dosa dan pahala. Sering terlupa, bahwa jika kita MENJAUHI larangan, sesungguhnya kita telah menjalankan ibadah. Konsekwensinya adalah sama dengan MENJALANKAN perintah: PAHALA. Jadi ketika seorang wanita tidak sholat karena dia menjauhi larangan bahwa wanita yang sedang haid TIDAK BOLEH sholat, maka dia tetap mendapat pahala. Cuman mungkin perlu digarisbawahi, tidak boleh di sini bukan DISPENSASI, tapi larangan.

So, inilah salah satu kelebihan wanita dari pria. Tidak sholat, tapi masih bisa dapet pahala. Hehehehehe.

insert: my sisters n ican, ponakan yg polahnya luar biasa

Monday, December 22, 2008

Eye Contact: Catatan Kecil Tentang Menghargai

Waktu kuliah Komunikasi Bisnis di Gedung B sebuah Universitas yg berstatus BHMN, si dosen menerangkan salah satu poin yg penting ketika kita berkomunikasi langsung, baik itu saat presentasi, maupun ngomong2 ala Tukul (Empat Mata)

Eye contact. Memperhatikan audiens, dan mungkin sesekali menatap mata pendengar dapat menarik perhatian mereka, sekaligus menjadi bahan evaluasi instant apakah cara kita mempresentasikan sesuatu mudah dipahami atau tidak. Begitu pun ketika ngobrol. Eye contact akan membuat lawan bicara kita merasa diperhatikan dan disimak betul perkataannya, begitu juga sebaliknya, dia akan memperhatikan apa yg kita ucapkan.

Sabtu kemaren, awak kondangan nikahan kerabat, bisa dibilang sepupu jauhnya istri. Mertuanya ternyata salah satu pejabat tinggi institusi keamanan di negeri ini. Mewah, tak tahulah awak mesti menabung berapa abad buat bikin acara macam itu. Tamu yang antri salaman, wew, padat hampir tak merayap. Belum lagi kalo laju antrian dihentikan karena ada pejabat masa kini dan masa lalu diminta diabadikan bersama penganten (btw, diabadikan maksudnya difoto, bukan di aer keras ato di balsem macem fir'aun dulu).

Jreng, tibalah saatnya awak dan istri bersalaman. Kebetulan, si bapak dan ibu pejabat tadi ada di sisi kiri pelaminan. Lazimnya, kami mengulurkan tangan buat salaman. Si Bapak sedikit tersenyum ketika awak salami (rasa kari ayam). Pas si Ibu, sambil salaman dan mengucap selamat, her eyes melihat ke arah lain.
Deg.
Ah, mungkin kebetulan saja. Awak pun berlalu.

Dalam perjalanan pulang, istri awak langsung komen: 'Bunda paling kesel kalo salaman itu, orang yg diajak salaman ga ngeliatin kita'
Ouw, ternyata istri awak mengalami hal yang sama. Awak pun cuman cengengesan.

Ternyata apa yg dosen awak sampaikan hampir 10 tahun itu tepat. Tak ada susahnya memperhatikan dan memberi senyum kepada orang lain, apalagi dia adalah tamu. Tamu itu tidak ada yg tidak penting. Kedatangan tamu merupakan jalan terbukanya jalan rejeki.

Menghargai. Itu lah intinya eye contact.

insert: the gogons

Tuesday, December 16, 2008

Bangsa yang Aneh

Aneh # 1
Pakde Sebeyeh ahad lalu menurunkan harga Solar dan Premium (Pertamax ga sekalian Pakde?) per Senen kemaren. Beragam reaksinya. Ada yang bilang alhamdulillah. Tapi ada pula yang kesel. Lho kok bisa harga turun malah kesel? Alkisah di POM bensin daerah Jakarta Selatan, ada pemilik Kijang Innova yg misuh2, gara2 dia terlanjur ngisi premium 220 ribu perak. 'Kalo turun jangan setengah2 donk! Sekarang turunnya juga mendadak!'
Ga cuman dia. Ada pemilik Jazz kinyis2 yg nyesel pulak ngisi pultenk, 'abis seharian tadi muter2, jadi terpaksa ngisi deh'

yaelah Dul! punya Innova aja ngomel2 gara 'rugi' 20rb. Emang harga Innova ente berapa? Trus ente kalo makan siang, abisnya berapa? Gw yakin sekali makan ente abisnya lebih dari 15rb.
Trus None yg punya Jazz, emang kalo bengsin udah tiris, mau nunggu besok ngisinya?Kalo mogok di jalan bijimane? orang2 yang aneh...

Aneh # 2
Lia Eden (yeah, that woman again...) mengumumkan akan membubarkan semua agama yang ada di Indonesia. Dia dapet email, eh, wahyu dari malaikat (katanya) Jibril. Lengkap, bahkan Pakde Sebeyeh pun dikirimi surat sama Malaikat (katanya) Jibril. Brrrr.... serem juga kalo beneran dapet surat dari malaikat.
Yaelah Bu... jaman gini kok masih kayak begituan. Tapi terus terang gw salut ama ni orang. Bayangin, kok bisa dia menginfluence banyak orang buat ikut ajaran dia. Gw aja belum tentu bisa kayak doi. Coba, tes aja, lu ngomong ke temen2 lu: 'Eh Men, gw kan titisan Malaikat Jibril....' Gw yakin, kalo ga dibilang gila, pasti ente ditoyor sambil diketawain sekelurahan.

Bangsa yang aneh memang......

Tuesday, November 11, 2008

Guru Bangsa

Waktu kecil, Ibu saya sering memberi akronim2 jawa yang menarik. Misalnya, WANITA itu ternyata akronim dari WANI naTA. 'Jadi seorang wanita mesti berani menata rumah tangga, dan mengatur kebutuhan suami-anak2nya. Dia mesti cakap dalam hal urusan domestik keluarga.'
Di lain kesempatan, beliau pernah kasih akronim menarik lainnya:
'Kamu tau artinya Guru?'
'Yang ngajarin Aji kan Mah?'
Sambil senyum,'Lebih dari itu. Guru itu artinya digugu lan ditiru. Dipatuhi dan diteladani. Seorang guru punya tanggung jawab yg lebih, karena dia punya beban juga sebagai teladan'
(dan saya cuman manggut2 sok ngerti...)

Pekan ini ramai masalah iklannya PKS. Bukan sinis ama hal2 yg berbau PKS (ngapain juga gitu lhooo....), tapi ikut menyimak polemik di website,milis, rasanya menggugah memori saya atas sepenggal momen masa kecil saya dulu.
Di iklan situ, ada Bung Karno(?), Pak Harto (??), Bung Tomo, Hasyim Ashari, Ahmad Dahlan, dan M.Natsir. Intinya: PKS berikrar mencoba meneruskan semangat perjuangan para Pahlawan dan Guru Bangsa yg tersebut di atas.

Politis? Terserah sampeyan menerjemahkan, ketika melihat deretan tokoh2 di atas yang lekat dengan dunia 'politik' (kecuali Bung Tomo, cmiiw). HA identik dengan NU, AD dengan Muhammadiyahnya, MN dengan Masyumi, BK dengan Nasionalisnya, dan PS dengan u kno laah. Memang NU dan Mhdyah serta Msym bukanlah gerakan politik, namun ketiga kelompok itulah potensi suara bisa digaet. Dan bukan kapasitas saya buat mendebat masalah ini (entar disangka sinis....kekekekeke)

Yang perlu saya tanyakan: kemana Buya Hamka?
Kok ga masuk nominasi yah? Perjuangannya yg membawa ke penjara (dan di sanalah karya monumental Tafsir Al Azhar ditulis), keukeuhnya mempertahankan aqidah (dengan fatwa masalah Hari Raya umat lain), rasanya layak lah beliau menjadi Master (Suhu) Bangsa ini.

Ah sudahlah. Memang tak perlu lah beliau dijadikan tokoh panutan, karena beliau sudah menjadi panutan.





Tuesday, November 04, 2008

BAHAYA MENYALAKAN LAMPU HAZZARD DI LUAR ATURAN

dapet dari milis SKVC:

Saat mengemudi pada cuaca hujan apalagi kian deras di jalanan tol siapapun
bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard [ke-empat sen berkedip-kedip)mobil lain yang bergerak. Anehnya banyak pemilik mobil yang bagai prosedur
baku, segera menyalakan hazard kala hujan. Padahal, sebetulnya dia juga
bakal terganggu oleh kedipan lampu berwarna oranye itu. Sekarang, kebiasaan
ini semakin menjadi di hampir seluruh ruas jalan di Tanah Air.

Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang mengaktifkan
hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan dengan jalanan licin, jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini adalah salah besar.

Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional Aswin Bahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT.

"Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas," urai Aswin.
Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat,dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.

Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti. Bisa karena rusak atau berhenti akibat keadaan darurat," pintanya. Namun,bagaimana dengan semangat ingin
memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras
dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju dijalanan?

Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut
rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan:

Gunakan hazard hanya bila darurat Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazard hanya boleh
diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan.
Bisa akibat mogok atau harus berhenti karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipingir jalan.

Gunakan lampu kecil bila hujan dengan semangat ingin memberi 'tanda' bahwa
mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama
kendaraan bersangkutan.
Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut (FOG LAMP). Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil.

Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut.
Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.

Selalu pakai sen bila berpindah jalur, penggunaan lampu sen wajib bagi
pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol,
kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.

Tetapi menyalakan hazard lamp saat jalan normal lurus dipersimpangan adalah
membahayakan pengendara lain karena sisi jauh lampu sebenarnya tidak bisa
dilihat dengan jelas oleh kendaraan lain terutama yang dari samping, atau
belakang agak samping. Ini bisa mengakibatkan salah pengertian yang bisa
mengakibatkan kecelakaan (INI KEBIASAAN PENGEMUDI DI BALI).

Dari group: Emergency and First Aid

Tuesday, September 23, 2008

Warning Buat Bank Mandiri Fans Club (Phishing Mode: ON!)

Rekans,

Hati2 buat temen2 yg punya rekening Mandiri. Barusan awak dapat email dari ib@bankmandiri.co.id yang terlihat begitu meyakinkan (lha alamatnya aja pake bankmandiri.co.id!).

Tapi yang mencurigakan, kok pas diklik web yg dimaksud, ke link yg alamatnya antah berantah gitu. Curiga, awak telpon lah kakak yg kerja di mandiri sudirman. Disuruhlah awak fax email ini ke kantornya.

Tapi yang lebih mencurigakan lagi, awak kan tak punya rekening Bank Mandiri….(wakakak!!)

Sambil menanti konfrimasi dari kakak awak, mungkin ada gunanya rekans berhati2.

Merdeka!!

(monggo di forward dengan menyertakan sumber aslinya, biar lebih bertanggung jawab jika ada yg mau kroscek berita ini)

Berikut emailnya:

From: Internet Banking Mandiri [mailto:ib@bankmandiri.co.id]

Sent: Tuesday, September 23, 2008 5:26 AM

To: Azhar Kuntoaji

Subject: Konfirmasi Identitas Anda

Pengguna Internet Banking Bank Mandiri yang terhormat, silahkan konfirmasi kembali identitas diri anda.

karena akun anda telah di non-aktifkan secara otomatis oleh sistem kami. karena seseorang telah mencoba masuk berulang-ulang meski tidak berhasil.

Namun sistem/Auto-robot kami merespon sebagai salah satu tindak kriminal. Aktifkan kembali akun anda dengan identitas semula.

klik disini untuk konfirmasi.

Demikian informasi dari kami, semoga ditindak lanjuti dengan bijaksana.

Terima kasih.

Hormat Kami,

Bank Mandiri

....................................................................................

The user of Internet Banking Mandiri, please re-confirm your identity. Because your account was not actived with our system. some body has try login to your account but not successed. But our Auto-boot responbility as crime cyber. please re-confirm your account with current identity.

click here to confirm

Hopefully this information help you.

Thank You.

Best Regards,

Bank Mandiri

(bahasa inggrisnya parah juga macam awak, wakakakak!!)

Nah kalo ini contoh website yg asli:

kalo ini yang palsu:

Monday, September 22, 2008

Potongan Sejarah Great Depression Jilid 2

Krisis yang bikin pialang (termasuk abang awak) pusing 6 keliling.

Kronologi Krisis Finansial AS

Nurul Qomariyah - detikFinance
Washington - Amerika Serikat (AS) mencatat sebuah krisis finansial terburuk. Bank-bank investasi besar bertumbangan, indeks saham terpuruk hingga level terendahnya.

Krisis itu berakhir pada sebuah upaya penyelamatan raksasa bernilai hingga US$ 700 miliar atau sekitar Rp 6.450 triliun. Sebuah harga yang sangat mahal dari sebuah krisis.

Pemerintahan presiden AS George Walker Bush meminta Kongres bergerak cepat menyetujui rencana tersebut untuk mengatasi krisis finansial terburuk setelah 'Great Depression'. Tanpa persetujuan yang cepat itu, perekonomian bisa kolaps.

"Kami perlu ini berjalan lancar dan cepat," kata Menkeu AS Henry Paulson.

Pemimpin partai Demokrat meminta agar rencana untuk membeli aset-aset bermasalah dari lembaga finansial itu harus juga membantu masyarakat AS yang terkena dampak paling parah dari merosotnya sektor perumahan di AS.

"Ada banyak masyarakat yang memerlukan pertolongan. Namun bantuan paling besar yang dapat kita berikan kepada masyarakat AS adalah menstabilkan sistem finansial kita sekarang ini," kata Paulson.

Inilah kronologi berbagai kejadian yang menyebabkan krisis finansial AS, seperti dikutip dari AFP, Senin (22/9/2008).

16 Maret:


Bank investasi Bear Stearn dijual murah hanya pada harga US$ 236 juta kepada JP Morgan Chase. Kesepakatan itu 'diotaki' oleh Federal Reserve.

7 September:


Departemen Keuangan AS mengambil alih raksasa pembiayaan perumahan AS, Freddie Mac dan Fannie Mae, sekaligus menjamin utang setiap institusi itu masing-masing hingga US4 100 miliar.

15 September:


  • Bank investasi Lehman Brothers mendaftarkan proteksi kebangkrutan, setelah pemerintah AS menolak untuk mem-bail out.
  • Bank investasi lain, Merrill Lynch akhirnya mencapai kesepakatan dengan Bank of America dalam sebuah rencana akuisisi bernilai US$ 50 miliar.
  • Lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang American International Group (AIG). Perusahaan asuransi terbesar dunia itu harga sahamnya anjlok hingga 60,8%, melanjutkan penurunan yang sudah terjadi sebelumnya.
  • Federal Reserve menyuntikkan US$ 70 miliar ke pasar.
  • Indeks Dow Jones anjlok hingga 4,42%. Indeks FTSE London merosot 3,92%, CAC Paris anjlok 3,78% dan DAX Frankfurt anjlok 2,74%.

19 September:


  • Pemerintah AS menyelamatkan AIG dengan menyuntikkan US$ 85 miliar, dengan imbalah 79,9% saham perusahaan asuransi itu.
  • Federal Reserve kembali menyuntikkan US$ 50 miliar ke pasar.

17 September:


Saham-saham kembali berjatuhan akibat ketidakpastian ekonomi. Indeks Dow Jones kembali anjlok 4,06%. Bapepam As melarang aksi short-selling di sejumlah saham sektor finansial.

18 September:


  • Federal Reserve dan bank-bank sentral dari berbagai dunia menyuntikkan US$ 300 miliar ke pasar kredit. Saham-saham kembali melonjak berkat kabar meluasnya bail out oleh pemerintah AS, indeks Dow Jones meloncat 3,86%.
  • Setelah penutupan pasar, Menkeu AS Henry Paulson meminta persetujuan dari kongres untuk membeli aset-aset bermasalah yang berhubungan dengan mortgage dari para lembaga institusi.

19 September:

Pemerintah AS mengumumkan rencana penyelamatan krisis finansial senilai US$ 700 miliar. The Fed menyuntikkan lagi US$ 20 miliar ke pasar kredit. Saham-saham menguat, dengan indeks Dow Jones naik hingga 3,35%.(qom/ir)

Thursday, September 18, 2008

Nuzulul Qur'an: 17 Ramadhan kah? (Sesi 2)

Lanjuuut…

Nyambung ke pertanyaan temen kantor, apakah benar al qur’an turun 2 kali?

Dari referensi yang awak baca, sebenernya ada 3 tahap turunnya alqur’an, jika dilihat dari prosesnya. Sedangkan jika dilihat dari wujudnya, maka betul, al qur’an diturunkan dua kali yaitu secara menyeluruh & berangsur2. (berikut kutipan dari sini )

1. Penurunan pertama terjadi secara jumlatan wahidatan (menyeluruh) diturunkan Allah SWT ke Lauhil Mahfudz yaitu suatu tempat di atas langit ke tujuh yang memiliki keluasan ma baina al-masyriqi wa al-maghrib (antara timur dan barat) dengan kepanjangan ma baina as-sama’ wa al-ardh (antara langit dan bumi). Inilah yang menjadi ruh sebuah ayat yang mengatakan Bal hua Qur’anun majid. Fi lahil al-mahfudh. “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfudh”. (QS. Al Buruj 85:21-22).

2. Penurunan kedua, juga secara jumlatan wahidah (menyeluruh) dari Lauhil Mahfudh diturunkan ke sebuah tempat di Sama’i ad-dunya (langit dunia) yang bernama Baitul ‘Izza (aaah, jadi inget Mas Iza..).

3. Sedangkan penurunan ketiga, yaitu dari Baitul ‘Izza melalui malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad saw. Berbeda dengan penurunannya yang pertama dan kedua, penurunann yang terakhir ini tidak secara jumlatan wahidah melainkan secara tadarruj (berangsur-angsur) atau manajjaman bittanjih (sedikit demi sedikit) selama kurang lebih 23 tahun. Proses penurunannya juga disesuaikan dengan kebutuhan seperti jika ada persoalan dan nabi tidak bisa menjawab, baru kemudian turun ayat. Jadi ada asbab (kebutuhan) atau yang sering kita kenal dengan asbabul nuzul, terlebih dahulu baru kemudian turun ayat.

Nah, di sini mungkin sedikit membingungkan (awak terutama): apakah yang dimaksud Nuzulul Qur’an itu adalah WAKTU penurunan Tahap Pertama, Kedua, ato yang ketiga?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah tahap yang KETIGA.

Oke, kita masuk ke pembahasan tanggal berapakah qur’an turun. Berikut kutipan pertama tentang 17 ramadhan:

Dalam QS. Al Anfaal 8:41 Allah SWT berfirman: “…..jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari ‘Furqaan’ yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Pengertian furqaan disini adalah pemisah antara yang hak dan yang batil. Sedangkan yang dimaksud dengan hari Al Furqaan adalah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al Quranul Kariem pada malam 17 Ramadhan. Tapi, dalam banyak tafsir dijelaskan bahwa yang dimaksud “ma anzalna” dalam ayat itu bukan penurunan pertama al-Qur’an, namun penurunan ayat-ayat yang terkait dengan ghanimah badar (rampasan perang badar).

Kalo kita kembali ke pelajaran agama di SD, pasti kita tau, Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hiro’ (which is itu di Makkah), dan beliau saat itu BARU diangkat menjadi Rasul. Jika beliau saat itu baru menjadi Rasul, bagaimana mungkin sudah ada KAUM MUSLIMIN berperang melawan Kafir Quraisy? Dan berdasar redaksi di atas, yang dibicarakan adalah tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriah, bukan Cuma tanggal 17 ramadhan saja. Nah, di situ juga tertulis 2 hijriah, it means Rasulullah sudah di Madinah. Jadi menurut awak, rasanya penetapan tanggal 17 Ramadhan tahun 2 hijriah menjadi tanggal turun pertama kalinya itu lemah (kalo gak bisa dikatakan salah).

Arrrrgghhh, jadi tanggal berapa donksss!!!

(to be continued lagi deeeh....)

Wednesday, September 17, 2008

Nuzulul Qur'an: 17 Ramadhan kah? (sesi 1)

Sejenak kita melihat tanggalan, wao ternyata 17 Ramadhan niyy. Masjid2 akan ramai dengan acara peringatan Nuzulul Qur’an.

Tapi, wet de minit, iseng2 kita buka Qur’an terjemahan (gw minjem punyanya Desi (temen kantor), kekekekek):

Al Qadr : 1

Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al Qur’an) pada malam Qadr*

Ternyata ada tanda bintang disana. Pas gw liat, weitss, ada penjelasannya cuy:

Malam qadr mempunyai beberapa arti, di antaranya malam kemuliaan, karena pada malam itu permulaan diturunkannya Al Qur’an dari Lauh Mahfuz kepada Rasulullah


Eh, iseng2 lagi buka Adh-Dukhan: 2-3

Demi Kitab Al Qur’an yang jelas

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi*. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.

Penjelasannya: malam pertamakali qur’an diturunkan.

So, awak ambil kesimpulan: qur’an nuzul (turun) pada malam lailatul qadr.

Eh, iseng2 gugling, ketemu hadits yg menjelaskan, kapan sih lailatul qadr itu?

Aisyah ra berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.” (HR. Bukhari)

Hmmm...

Kesimpulan kedua gw, lailatul qadr itu ada di tgl 21-30 ramadhan donks



Aarrggghh!!

Kaget pulak awak! Kok selama ini gw taunya Nuzulul Qur’an itu tanggal 17 ramadhan yah??

....to be continued (sibuk2 cari referensi lanjutan)

Tuesday, September 16, 2008

Tentang Singkatan Lokasi: Cah Jogja Punya Gawe

Dapet email dari temen. Asli, lucu bener. Terutama paragraf terakhir.

Tentang Singkatan Lokasi


Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku untuk tag line suatu daerah.
Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman, Temanggung Bersenyum, Cilacap Bercahaya, semuanya adalah singkatan.

Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya akan menjadi suatu kawasan yang unggul dan berkembang.
Bermula dari Jabotabek, eh sekarang Jabodetabek.
Muncul pula Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo), atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang).

Beruntung tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya, disingkat menjadi Semar Loyo.
Mungkin di masa mendatang akan muncul juga Dibalang Sendal (Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang , Kendal), atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten).
Asal jangan Susu Mbokde ( Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu) atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap) saja.

Jaman dulu dah umum anak-anak muda Jogja ikut-ikutan menyingkat nama tempat.. Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza, atau Jakal (Jalan Kaliurang), Jamal (Jalan Magelang).

Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di Depazter alias Depan Pasar Terban.

Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris
(Parangtritis) , atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem), modal motor dikit bisa ke Taliban (Wetan Kali Blongkeng Muntilan), bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman).

Dus bukan Jakarta aja yang punya Mabes Polri (Mangga Besar ngePol Belok Kiri)

Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah menolak untuk dimintai tolong? Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.

Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan omongan sampeyan yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter.

Monday, September 15, 2008

Pembagian Zakat Memakan Korban

Innalillahi wa innailaihi roji'u...

Terjadi di Pasuruan Jawa Timur. Sampai sekarang tercatat 21 orang tewas (di TV barusan menyebut 23), dan 4 orang dalam kondisi kritis dalam kejadian ini. Berawal dari 'niat' membagi zakat mal seorang pengusaha ke warga sekitar, malah berujung ke petaka.

Innalillahi...
Bener2 saya ga bisa berkata.
Mengumpat? Rasanya tak elok, dan tak berhak saya mengumpat.
Menyesal? Basi, semua penyesalan pasti terjadi setelah kejadian.
Sedih. Itu yg mungkin saya bisa lakukan.

Tidak salah membagi langsung zakat kepada fakir miskin. Dalam Al Qur'an disebutkan:
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang , untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, Dan Allah Mahamengatahui lagi Mahabijaksana” [At-Taubah : 60]

Namun bila sulit atau ada sesuatu hal, maka sangat dianjurkan menyalurkannya melalui badan 'amil zakat. Banyak sudah Badan Amil yg profesional dan amanah. Mereka punya database, punya jaringan yang menyebar.

Yang pasti, tidaklah elok jika suatu niat baik, dilakukan dengan cara yang tidak baik. Janganlah karena ingin membagikan sendiri zakatnya, tapi tanpa koordinasi yang matang.

Ah, sudahlah. Semoga kepolisian membuat edaran keseluruh polda untuk mengawasi hal2 seperti ini, tanpa atopun dengan pemberitahuan dari si empunya hajat.

Wednesday, September 10, 2008

10 Ramadhan 1429 H

Tahun lalu. Di tanggal ini anakku lahir. Setelah penantian selama 23,587,200detik (!)
Dan 1 jam di ruang bersalin, dengan perjuangan yg membuat semua suami gemetar jika membayangkannya.

Yang sholeh ya Nak.
Ayah gak peduli seberapa pintar kamu.
Yang penting kamu tumbuh menjadi lelaki yang sholeh
Yang akan terus mendoakan Ayah & Bunda
Mendoakan Kakek & Nenek
Dan bermanfaat bagi ummat

Aamiin(Bilooo!! Kamu lucu bangeeeeet!!)