Thursday, March 23, 2006

SMS dari Darwis

Sobatku ini melakukan perjalanan panjang ke Kampungnya. Berikut laporannya:

Pelabuhan Merak. Mendung. Sama benar dgn suasana hati, zhar. Hahaha!Ternyata ATM di Merak udah gak ada. Cash nyisa 5000. Wataw
15:40:46 - 20/03/2006

Waks! Jembatan putus di Lahat. Gw bener2 estafet ke Jambi. Eh, gw lupa send SBR+email wasiat, hehehe. Btw, sabun lifebuoy kecil lu gw bawa! Ikhlasin ye!
18:33:25 - 20/03/2006

Mengesankan. Gak ada mobil jarak jauh! Semuanya mesti estafet.Nikmatnya perjalanan.
Imagine jaman karavan membelah gurun! Ah lu pasti banyak minta break, hahaha!
21:27:36 - 21/03/2006

03:15 naik kereta ke linggu. Next destination: Lb. Linggau. Ganti bus di Bangko mnuju Sg Penuh-Kerinci. Doain smua lancar.
06:35:11 - 23/03/2006

Lansekap yg hebat. Hutan. Sungai. Sayang, 3 jam ke depan harus berdiri di minibus style 80an. Eh lu jadi travelkeeper gw. Progres dll
10:02:57 - 23/03/2006

Sarolangun. Shalat Dzuhur. Mandi. Eh di masjidnya ada yang bening. Mirip siapa ya? M****** plus s*** (<-- kayaknya ini hiperbolik-red).
Ganti carry. Menuju Bangko. Ya Allah, semoga tdk ada secuilpun 'kesombongan' dalam perjalanan ini. Hamba hanya ingin berdoa sambil menangis di tempat yang mungkin namaMu tak pernah disebut.
13:08:08 - 23/03/2006

Wataw!Carry kursi belakang dipaksa 6 orang. Wataw 3x, dimanalah ada yang naik. Cocok benar buat diar. Pohon tinggi. Di Jambi banyak pesantren Pak!
19:18:42 - 23/03/2006

Lepas Carry! Welcome Bangko. Langsung ke sungai penuh.
Waw! Terus mendaki L300. Ketemu pak tentara di carry tadi. Temen ke kerinci. Gak ada calo yang berani, hehe.
19:19:10 - 23/03/2006

Tiba di sungai Penuh 20.15. 1 jam dari pos pendakian kebun teh kersik tuo.Kota yang indah! Lah didekatnya danau Kerinci. Luassss!! Sayang yang keliat cuma kerlip lampu.
20:24:02 - 23/03/2006

Test! No sementara (darwis beli nomer simpati rupanya. dia sadar, sinyal XL gak akan nyampe Kerinci. Hehehehehe - Red). Tidur lumayan nyenyak di penginapan sungai penuh. Dingin. 45 rb.Lupa bawa senter (amatir sih!) Belum beli logistik. Toko2 belum buka.
07:08: 02 - 24/03/2006

Eksotis.
1. Kotanya sempurna dikelilingi bukit
2. Cewek2nya mayoritas berkerudung
3. Kabut
4. Mayoritas padang
Lu banget Zhar! Hahaha (heee??? kok gw???? -Red)

07:34:06 - 24/03/2006

Bismillah. Setelah keliling kota Sungai Penuh. Setelah sarapan. berangkat ke kesik Tuo. Pos pendakian. Naik carry macam angkot. Landskap bukit yang keren.
08:10:26 - 24/03/2006

Kerinci terlihat memesona dgn hamparan kebun teh di kakinya! Kabut mengungkung. Angin kencang membawa bulir2 air. Doakan nanti malam gak ujan bro! Guide dah dicari pemilik homestay. 2 orang. Lengkap dengan peralatan. Btw, di sini buruk sinyalnya.
16:34:29 - 24/03/2006

Pukul 22.00, naik motor 5 kilo dari homestay. Gerbang pendakian.Ya Alloh, mudahkanlah langkah. Ringankan hati hamba. Smoga Engkau berkenan. Amin Yaa Aziz...
22:44:13 -
24/03/2006

Wednesday, March 22, 2006

Tulisan Mirip Prinsip "Pohon Tertinggi di Gunung Rinjani"

The Husband Store

A store that sells husbands has just opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates. You may visit the store ONLY ONCE!

There are six floors and the attributes of the men increase as the shopper ascends the flights. There is, however, a catch... you may choose any man from a particular floor, or you may choose to go up a floor, but you cannot go back down except to exit the building! So, a woman goes to the Husband Store to find a husband...

On the first floor the sign on the door reads:
Floor 1 - These men have jobs and love the Lord.

The second floor sign reads:
Floor 2 - These men have jobs, love the Lord, and love kids.

The third floor sign reads:
Floor 3 - These men have jobs, love the Lord, love kids, and are extremely good looking. "Wow," she thinks, but feels compelled to keep going.

She goes to the fourth floor and sign reads:
Floor 4 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead good looking and help with the housework. "Oh, mercy me!" she exclaims, "I can hardly stand it!"

Still, she goes to the fifth floor and sign reads:
Floor 5 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead gorgeous, help with the housework, and have a strong romantic streak.

She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor and the sign reads:
Floor 6 - You are visitor 400,363,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please.

Thank you for shopping at the Husband Store. Watch your step as you exit the building, and have a nice day!

Pedih kan?? Hehehehehe......

Tuesday, March 07, 2006

Tempat Mangan di Kantorku (tulisan ini akan disambung terus, jadi, jangan bosen2 buat ngeliat) Ada banyak pilihan. Itu dalam hidup. Seperti, siapa yang akan kita pilih sebagai pendamping hidup (halah....).
Kita bicara masalah tempat makanan! Di kantorku, sejak Bank Mega pindah ke gedung yang baru, banyak muncul tempat makan di sekitar kantor. Kalo dulu cuman terpaku sama kantin, nasi Padang, or warung Pojok, kini ada ragam pilihan. Kita lihat satu-satu:
Resto Padang Citra Rasa
Resto ini lumayan enak, tapi juga lumayan nendang harganya :D. Ada 2 ruangan, AC dan Non AC. Dulunya tempat resto ini adalah tempat usaha yg sudah lumayan bobrok. Penyewa yang baru merenov lumayan besar utk membangun resto ini. Komen saya: lumayan enak, tapi mending makan di warung Padang di deket pertigaan Gatsu-Tendean. Hehehehehe....

Tenda - Panas
Tenda - Panas, kenapa aku namakan itu? Karna cuman beratap tenda, which is kalo siang panas bets! Ada sih kiosnya, cuman sama aja, pengap!!
Makanan di sini beragam: nasi uduk, mie ayam, nasi/mie goreng/rebus, es buah, ayam bakar, bubur kacang ijo & indomie, soto mie, wah, pokoke uakeh! Kalo pagi ada bubur ayam n soto ayam (yummy, udah lama gak sarapan di situ).
Letaknya di samping Resto Padang. Nah, lokasi ini di samping apotik depan kantor persis.
Komen saya: kalo mau jajanan, ya mending kesini. Cuman kadang gak nahan sama umpel2an n panasnya itu lho!!

Warung Makan TIKI

Namanya sih Warung Makan Tendean. Tapi karna berdampingan sama oulet TIKI, ya nama yang familiar warung TIKI. Enak. Makanannya variatif. Ada sayur singkong, gudeg, urap, empal, nasi GILA (nasi dicampur telor n sosis trus diaduk2 gak jelas). Harganya lumayan tinggi, tapi worthed sama kenyamanannya.
Komen saya: asik! cuman jangan keseringan. Hehehehehehehe


Tuesday, February 28, 2006

Dony Rahmat Fitri

Paung. Dangduters. Itu panggilan n julukan buat Dony. Orang batak yg fasihnya ngalahin aku dalam javanese. Kawan akrabku di kantor. Hari ini dia resign, pindah ke perusahaan alat berat di daerah Cibubur junction. Heh....

Ngapain pindah?? Yaa buat yg lebih baik lah!! Ambil resiko kalo mau maju.

Tau deh. Rada sedih juga. Dia temen berdebat. Temen pulang malem. Temen makan telor setengah mateng di depan kantor. Temen i'tikaf (sudah 2 ramadhon kami i'tikaf bareng, di Pondok Indah n Al Azhar). Temen satu impian: bikin program Islami yg mendidik dan menghibur.

Hmmm. Nice to knew u Bro. Terimakasih atas segalanya. Silaturahmi tetep dijaga. Janji, kita mesti sering2 silaturahmi. Eh iya. Cepetan nikah!! Anak transtv banyak yg manis tuh!!

notes: Dony yg paling kanan dari foto di atas......


Novel The Gogons

Mereka awalnya berenam!
Dipertemukan tak sengaja oleh takdir huruf pertama.
Bertabiat laksana bumi dan langit.
Berperangai bagai saputan pelangi.
Bersahabat sejak sekujur tubuh kotor bau keringat


Darwis berkarya lagi. Kali ini dia dapet ide dari gank smasa kuliah dulu. Gogons. Gank kami sekelas di sebuah kampus daerah Depok.
Mmm, inget banget. Kenalan sama Darwis di basement perpustakaan fakultas. Eh, keterusan sampe sekarang. Makanya, dia kenal sama gank ku. N kyknya, dia terkesan banget sama Gogons, dari kekompakan, sampe ke tidak jelasan serta tidak ada inisiatifnya gank kami. Hahahahaha.

So, enjoy aja. Yang pasti semua isi ceritanya fiktif. Hehehehehehe





Wednesday, February 01, 2006

Bewok - Sahabat & Ragunan....

Pagi itu, 31 Januari 06. Walah, tangi turu kok awakku aras2en. Tapi kupunya janji dengan seorang teman, tapi mesra... (halah)























Saturday, January 07, 2006

My 1st Album

Ada yang bilang: hobi itu perlu buat melepas kepenatan. Buat me-refresh pikiran (bukan pemikiran. Lho, apa bedanya?? Hehehehe)

Fotografi. Itu hobiku. Nikmat sekali ketika mendengar bunyi shutter dipencet. Ceklek! Apalagi kalo bisa mendapat momen yang bagus dengan eksekusi dan komposisi yg tepat. Beh..., serasa dunia ini cuman milik kami berdua (aku n kamera gituh)

Oiya, lintas sejarah. Aku gabung ke komunitas maya fotografer.net . Profile ku bisa diklik ke aji16.FNet . Disitu bisa dilihat, dan dirasakan segala suasana hatiku (jieeee). Berikut kutipannya:

Paling suka melihat foto yg bagus. Waktu kuliah, dipinjemin temen Nikon manual buat dokumentasi acara kampus.wuiihhhh, naksir berat! tapiii......, mahasiswa, gak ada hepeng lah! even cuman cetiaw harganya. Kerja, dapet THR, belilah digital finepix 202.Jeprat-jepret lagi. Kerja, setahun lagi, dapet info "kamera G5 bos yg dibeli ama tmen gw, mau dijual tuh! mau gak? 2x bayar deh!" "Ha?! G5??mau donk!!!" Banyak hikmah gw ikut forum ini. Nilai tinggi setiap upload, bukan yg dicari.ada kalanya perlu belajar dari yg biasa2 aja.

Nah, rencananya aku mau nyetak beberapa kolase hasil foto2ku, terutama yg menyangkut dokumentasi perjalanan bersama keluarga dan sobat2ku. Daaan, yg diatas itu adalah covernya!! Narsis?? Yaa, gak papa!! Dari pada majang foto pacar, atau CCP-an?? (Halah..., mending punya.... Huehehehehe. Kidding Mode:ON)

So, Doain yah!! Mudah2an duitku cukup buat beli album , dan nyetak foto2nya. Hehehehe....

Wednesday, January 04, 2006

Jangan Melanggar Prinsip!!

Setiap manusia pasti punya prinsip. Bahkan orang yang gak punya prinsip, dia mempunyai prinsip yaitu : tidak punya prinsip!! (apa siih!!)

Aku punya beberapa prinsip, yang kuambil dari bertanya, membaca, dan sedikit memahami (dikiiit banget). Idealis memang, tapi itulah yang benar. Yang syar'i. Aku sadar, aku gak bisa perfect 100%.

Sayang, aku melanggar prinsip yang aku 'tulis' sendiri di hati n otakku. N rasanya, gak enaaaak banget!!! Terlalu banyak pembenaran yang aku cari-cari.... Dan terbukti, mencari pembenaran itu salah total!!!

Semoga Alloh menjernihkan hati, niat, dan langkah2ku ke depan lebih syar'i.....
Aamiin...

Tuesday, December 20, 2005


Kaki Palsu Keinginan Delisa
Oleh fk.ui.ac.id
http://www.fk.ui.ac.id/var/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=67

Senin, 31-Januari-2005, 09:08:45



WAJAHNYA tidak tampak memancarkan penyesalan. Walau satu kakinya tidak utuh lagi, tapi, gadis kecil itu seakan tak merasa kehilangan.

Bahkan ia asyik mencoret buku hasil pemberian orang. Sepertinya ia sudah tidak sabar lagi pergi ke sekolah.
Gadis kecil bernama Delisa, 7 tahun, adalah pelajar MIN Ulee Lheue, Banda Aceh. Kini hariharinya ia habiskan di kompleks Fakultas Kedokteran Unsyiah. Deli sudah dua pekan dirawat inap di sini, ujar Jalinus, 36, abang kandung Delisa.

Sejak dirawat di sana, kata Jalinus, kondisinya lebih baik. Maklum, walau diinapkan di tenda, tapi pelayannya lebih memadai. Waspada juga melihat banyak pasien korban tsunami dirawat di situ. Di lokasi ini adalah markas tempat dokter negara Denmark, yang ikut berpartisipasi di bidang medis.

Delisa sebelumnya mendapat perawatan di RS Kesdam. Kaki sebelah kanannya terpaksa diamputasi lantaran terkena seng. Sewaktu gelombang tsunami menerjang, Delisa terpisah dengan keluarganya di Ulee Lheue. Tubuh kecilnya sempat terlempar di dekat gudang Kurnia, sekitar 5 Km dari Ulee Lheue.

Bahkan, saat ditemukan Delisa disangka sudah menjadi mayat. Tapi orang yang menemukan terkejut melihat ada gerakan dari tubuhnya. Kemudian diserahkan kepada Pak Didi, warga Lamteumen. Sempat dibawa ke rumah Pak Didi, tapi karena lukanya serius terpaksa ia dinapkan di RS Kesdam.

Didampingi Baktiar, orang tua Delisa dan Julius, gadis kecil ini termasuk orang yang punya kemauan keras. Saat menghadapi gelombang, seperti dituturkan Jalius, adiknya sempat berpikir untuk bisa memegang apa saja. Ia sempat memegang perahu yang melintas di depannya, kata Jalius.

Saat itulah, kakinya tergores benda tajam. Tapi rasa sakit masih dapat ia tahan. Begitu pula saat gelombang kedua datang, yang membuat kapal yang ia pegang terbalik, tangannya masih juga bisa memegang kayu. Rupanya kayu tadi mengantarkan dirinya ke Jalan Lamteumen Timur. Adik saya ditemukan orang keesokan harinya (maksudnya hari senin), kata Jalinus.

Selain Waspada, sore kemarin, Delisa sempat pula diwawancarai sebuah televisi asing. Ia merasa senang pemberian buku dan peralatan sekolah yang diberi oleh wartawan asing itu. Dari bukubuku itulah Delisa kembali teringat saat ia dibangku sekolah.

Delisa, aku Baktiar, tergolong murid cerdas. Setiap bagi rapor, nilainya semua bagus. Anak saya ini sering mendapat renking di kelasnya, kata Baktiar, sembari menyebut ibu Delisa, bernama Salamah, adalah guru di MIN tersebut.

Kalau kaki saya cepat sembuh Deli bisa langsung ke sekolah ya Bang, kata Delisa kepada abangnya yang setia menemani adiknya itu. Kini, kakak Delisa bersama Ibunya belum ditemukan. Tapi Baktiar, bapak Delisa, tampak pasrah.

Pensiunan Dinas Pendidikan ini, sekarang berpikir bagaimana membahagiakan putrinya yang sudah tidak punya kaki sebelah itu. Dokterdokter Denmark di sini sudah menjanjikan akan memasangkan kaki palsu buat anak saya, kata Baktiar. Ia hanya berharap janji itu bisa segera terlaksana. Kalau orang bule (asing) biasanya komit terhadap janji, Baktiar optimis, bantuan kaki palsu itu akan datang.

Sosok Bocah Tegar

Kalau kita melihat Delisa dalam kondisi kakinya harus diamputasi, tapi mempunyai semangat hidup tinggi, kita harus angkat salut. Makanya, orang yang melihatnya, sering memberikan buah tangan. Tidak kecuali jurnalis asing tadi. Ia menjanjikan akan datang lagi menjenguk Delisa, sambil memberikan hadiah sebuah handphone. Wartawan cewek itu yang akan beri adik saya HP, kata Jalinus.

Orang salut kepada Delisa, karena gadis kecil ini adalah sosok wanita tegar dan tidak mudah putus asa menyesali keadaan. Semoga semangatnya tetap menyala sampai kapan pun, harap Baktiar, ayah Delisa, yang selamat dari tsunami karena saat bencana sedang berada di Jakarta.

(FKUI/WASPADA online)

Wednesday, December 14, 2005

Trans Four You.... *

Image hosted by Photobucket.com

'Aih...aih... Tak terase Trans TV sude empat taun menemani pemirsa. Siti merase terobati bertemu dengan penggemar Siti di Indonesia ini, bila melalui layar Transtv....' Demikian dialog khayalan saat Siti Nurhaliza manggung besok. Stage nya keren Jon!! Ada 2 kotak panggung, yg setiap kotak terdiri dari 2 set panggung untuk band (atas-bawah). Belom lagi stage utama.
Image hosted by Photobucket.com

But..., tapi....., gimana cara...........
Image hosted by Photobucket.com
Tempat buat festival kalo tak liat2, paling banter 250-300 orang. N u know what (dan kau tau apa), undangan yang tersebar sampai 700 orang!! (pepes kali!!!) So, kayaknya, impian ku melihat calon istri (suaminya), Ci Siti Nurhaliza, pupus sudah.

Monday, December 12, 2005

Hafalan Sholat Delisa - JCC .... (10/12/05)

Image hosted by Photobucket.com
'Zar, ke JCC jam berapa?'
'Jam setengah 2'
'Lho, bukannya jam 12.45 mulai?'
'Halah...!!'

---
Di tengah kesibukan bikin report yg sangat mereportkan diriku, 12.30 meluncur segera ke JCC.
Pas jam 12.45 sampe. Keliling2 nyari panggungnya, pas nyampe, ternyata sudah dimulai.
'Jumpa Penulis Novel Hafalan Sholat Delisa'. Keren bang!!
Ada 2 pembicara: Tereliye dan Cut Putri (<-- tau tragedi tsunami? beliau dokumentatornya!) Sayang, saya lupa nama moderatornya... ;))
As usual, saya mengira Cik Tere bisa dengan lancar mengungkapkan segala hal tentang novel ini. Latar belakang, motivasi, jalan cerita, saya kira akan lancar diutarakan. Asdos, ex consultant, masak presentasi/public speaking kagak bisa?? Tapi, ternyata..... (sambung di bawah yak, hehehehehe)





Nah, ada Cut Putri memberi beberapa pendapat ttg novel ini. Hmmm, speaknya bagus. Alur bicaranya lancar jaya. 'Dia itu jadi host di TPI Zar....' ooo, pantes......
N tau gak? Kata Tere, pas ketemu dia, si Cut ngomong: 'Alhamdulillah, akhirnya bertemu juga....'
Halah maaaak!! Muke lu Wis!!! (Tere = Darwis, hehehehehe).
Trus, dia juga bilang: 'novel ini mengajarkan pembacanya keikhlasan. seperti Mas Darwis ini. Saya menilai beliau ikhlas...' (ufffff....)


'Saya aja sering
mencantumkan biodata saya di buku2 yg saya tulis. Lain dengan Mas Darwis ini. Tanpa biodata!'














Exsum:

Guys, baru kali ini aku ngeliat Darwis begitu gelisah. Adi pun melihat hal yg sama. "Gw gak nyaman Zar".
Yup Wis. Keikhlasan itu penting. Namun takut tidak ikhlas, juga tidak baik bila berlebihan. Terkadang, kita hanya perlu menjalaninya saja, tanpa perlu menilai: apakah kita ikhlas atau mengharapkan pujian (riya'). Ikhlas atau tidak ikhlas, siapa sih yg tau?? Terkadang pula, kita gak tau niat kita tulus atau sebaliknya.

But, i luv ur novel Bro. Ini yang terbaik. Mungkin gak ngetop, n mungkin gak semua orang suka. Tapi, ini novel lo yang terbaik!! Maknanya dalem buatku. Thx Bro.....

Tuesday, December 06, 2005

Satria Mandala....

Image hosted by Photobucket.com

Masih ingat sama Des3&Arry ? Nah, Sabtu kemaren, 3/12/05, dilakukan resepsi.

Thursday, December 01, 2005


Si Abang: Senior di Kampus, dan di Dunia Kerja

'Kenal sama Mas Tomi gak?' tanya kawanku Banu.
'Emang siapa dia?' balik ku bertanya.
'Senior. Anak FEUI juga. Dulu sih aktivis FSI...'
'Ooo, oke deh, ntar ane cari' jawabku penasaran

Itu petikan obrolan tahun 2002 awal, februari tepatnya.
--

'Tetep kontak yah ji!' kata Mas Tomi.

Petikan obrolan singkat, , hari ini, 1 Desember 05.
--

Yup. Tomi Satryatomo. Produser Kupas Tuntas. Si Abang. Bisa dikatakan panutan buat junior2nya, aktivis da'wah di Transtv (mungkin di dunia Broadcast).
Kadang sebel juga (sori ya bang! :) ), dia terlalu sibuk, sampe jarang banget kumpul sama juniornya buat berda'wah.

But, show must go on. Dinamika di kantor terkadang membuat komunikasi antara kami n beliau putus-sambung. Tapi ada hal yg berkesan: Mas Tomi suka nraktir :). Di Pondok Laras Depok, trus dulu pernah di Situ Gintung (kalo gak salah). Tapi yg paling berkesan, mungkin acara makan ikan bakar bareng di rumah Anis Matta di daerah Utan Kayu. Wuiiih, bermakna banget tuh!

Btw, keep in touch Bang! At least, dateng ke nikahan aku yah! (kapan ???? huahahahahaha)

Monday, November 28, 2005

Menikmati Bisnis

Ketika cinta memendam rasa
Adakalanya kesadaran tak memenuhi jiwa



Image hosted by Photobucket.com

Hayyaah!!Bisnis pertama!! Aku n teman2 seperjuangan, mencoba mewujudkan mimpi2 menjadi wirausaha. Dan begini ceritanya....

Tob banget hari ini!!
Jam 06.45 meluncur k depok. Hayyaaah! Biasanya cukup 45 menit, sekarang ke depok perlu 1 jam lebih dikit. Pondok Pinang dibikin 3 jalur buat ke arah kebayoran. Berlanjut ke gang Mahali.'Gw abis sarapan, jadi nunggu dsini', kata darwis pas ketemu di depan gang. Gak lama, kita menyusuri gang imut itu. 'ternyata, banyakan akhwat di gang ini daripada di kober' kata darwis mengomentari seorang akhwat yg melintas. Haayaaaaaahh!!! Meluncur ke pasar rebo. "pelan2 aja Zar! Kita kan mau menikmati bisnis!', si darwis ketar-ketir pas gw ajak ngebut 60km/jam! 60 doank!!!
Sampe di percetakan, ambil sampel, langsung meluncur ke cipinang-cempedak. Di polonia, ban bocor. Tapi, kami berdua tetap tertawa bahagia....
Image hosted by Photobucket.com

Nyampe gramed: diskon 45-50%!! Distributed 1000pc only. Ke kwitang, distributor gunung agung. 'oo, kwitang, udah lama sih pengen ke sana...'. diskon 50%, mau distributed only 200pc. halah

Anter darwis ke gondangdia (wah, deket kampus lo Dah!).
Lepas pasfes kuningan, keujanan.

Wah, benar2 indah hari ini....

Wednesday, November 23, 2005

Outing & Fotoku Yang Hilang!!


Image hosted by Photobucket.com
Bueteeee!! Ahad pagi, 20 November 05, jam 1 pagi. Pas mau download foto2, eeeeh, foto yg sore tadi di DL, bablas!!!Kuesele ora ilang2 tekan saiki......

Ohiya, cerita dikit deh. Persiapan hampir sebulan, akhirnya jadi juga outing (setelah hampir 4 tahun kerja di kantor tercinta, hikss...)! Dengan diketuai Uda Donal, sepakat kita memilih citra cikopo sebagai tempat istirahat yg ter...jangkau oleh bajet (hehehehe)
Sebelom ke TKP, kita kondangan ke tempat Yogi, temen kantor yg nikah sabtu pagi itu. (Nah, ini foto2nya juga ilang. Sebel!!!)

Image hosted by Photobucket.com

Eiit, coba perhatikan penampakan di depan restoran....
Image hosted by Photobucket.com

oiya, kami juga kedatangan tamu spesial! Ello Bisono!!
Image hosted by Photobucket.com

Dan ini dia, pemenang Grand Prize DVD Sony Anwar, eh, salah....
Uda DONALD.....
Image hosted by Photobucket.com

Foto Kenangan. mestinya,ada foto rame2 yg lebih memorial daripada ini... hiks...
Image hosted by Photobucket.com

Dan betapa serunya lomba tarik tambang.....
Image hosted by Photobucket.com

Sempat terjadi kesalahpahaman. 'Untuk peserta tarik tambang yang kalah, harap membantu packing invoice bulan desember besok.....' kata Muchson yg membuat Pak Seno terbengong2..., dan Ganjar langsung menepok jidatnya sendiri.....
Image hosted by Photobucket.com

Disela2 keceriaan, sempat terjadi ketegangan di malam minggu yg cerah itu antara Kurnia dan Dudung yg membahas billing n+2 dan unalocated payment......
Image hosted by Photobucket.com

Untung saja, ketegangan mereda setelah didatangkan artis pendukung Extravaganza.....
Image hosted by Photobucket.com

Happy Birthday P' DHS!! Semoga Alloh memberi barokah dan keluarga yg samara(sakinah mawaddah warahmah)
Image hosted by Photobucket.com

Lanjut acara joget bareng Kang Dudunk.... seeer.....
Image hosted by Photobucket.com

Pagi harinya, saking dinginnya, sempet terjadi hujan salju! Nah, Dony siap2 mau maen Ski, 'inget jaman kuliah di swiss....'
Image hosted by Photobucket.com

Belanja ke tajur. Eh, pas mau balik, ada yg ditelpon pacarnya. 'Nitip beliin tas donk....' Halah.....
Image hosted by Photobucket.com