Monday, April 17, 2006

Petualangan Murah ala "Backpacker"

Kompas 09 April 2006

Susi Ivvaty

"Peta! Peta!" Itu teriakan Boots, monyet teman Dora dalam serial kartun animasi "Dora the Explorer" di Global TV. Petualang cilik dalam dongeng saja membutuhkan peta, apalagi para "backpacker", petualang sungguhan yang gemar menjelajah berbagai lokasi menarik di mana saja.

Dari sebutannya, mestinya para penggemar jalan-jalan itu selalu menyandang ransel di punggungnya. Namun pada kenyataannya, tak semua mesti membawa ransel. Yang pasti, mereka adalah petualang.

Salah satu wadah bagi para backpacker di Indonesia adalah Komunitas Backpacker Indonesia yang saat ini sudah beranggota sekitar 1.400 orang di seluruh Indonesia, termasuk orang Indonesia yang berada di luar negeri. Komunitas ini sebenarnya masih baru, bermula pada tahun 2004, ketika Aris Yanto (32), Koordinator Backpacker Indonesia, bersama kawannya, Erwin dan Denni, membuat situs www.indobackpacker.com. Setelah website, mereka pun membuat mailing list http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/.

Hampir semua anggota komunitas sebelumnya memang penggemar jalan-jalan. Ada yang biasa jalan-jalan berdua, berkelompok, atau bahkan sendiri (solo backpacker). Di antara mereka, banyak pula yang telah menjadi anggota kelompok pencinta alam, meski banyak pula yang menjadi keranjingan jalan-jalan setelah bergabung dengan komunitas.

Bonar Sihotang (36), Kepala Seksi Administrasi Penyidikan Ditjen Pajak, menuturkan, selama ini hobinya jalan-jalan tidak pernah tersalurkan. Saat menelusuri lewat internet dengan kata kunci "jalan-jalan", muncul nama indobackpacker. Dia pun bergabung pada Maret 2006 lalu.

Dana minim

Nita (27) sebelumnya adalah solo backpacker. Ibu rumah tangga yang suaminya bekerja di Amerika Serikat ini justru gemar jalan sendiri, meski tetap ikut bergabung jika komunitas mempunyai jadwal jalan-jalan. April ini Nita berencana jalan-jalan ke Palu dan Togian di Sulawesi Tengah, dan sendirian pula. Anak semata wayangnya terpaksa ditinggal.

"Sesekali pengin juga dong jalan tanpa mengajak anak. Lagi pula, sudah ada yang menemani kok," katanya enteng.

Dengan dana "hanya" Rp 5 juta, Nita berencana berkeliling Sulawesi selama 20 hari. Dia sudah mendapatkan tiket pesawat seharga Rp 668.000 dari Jakarta ke Palu dan tiket pulang dari Manado ke Jakarta seharga Rp 500.000-an. Bagaimana memastikan dana itu cukup?

"Saya sudah menemukan resort sederhana di sana dan kami sudah berkirim e-mail. Saya sudah menghitung dana yang mungkin akan dikeluarkan. Kalau bisa, maksimal 20 hari, kalau dana mepet, ya pulang," papar Nita. Informasi tentang lokasi yang dituju, peta, serta angkutan umum pun sudah dia dapatkan.

Backpacker memang harus berjiwa petualang dan mempunyai daya survive tinggi. Inilah yang membedakan dengan traveller, yang biasa bepergian dengan rencana matang, dana berlebih, dan memasrahkan segalanya kepada biro perjalanan. "Jika pada satu perjalanan biro perjalanan mematok harga Rp 5 juta, misalnya, kami bisa menekan menjadi Rp 2 juta. Tentu semuanya harus menghemat, termasuk harus menggunakan angkutan umum untuk transportasinya," papar Aris.

Sonson, anggota backpacker lain, bahkan bisa sangat menghemat. Perjalanan dari Jakarta-Batam-Singapura-Kuala Lumpur-Jakarta hanya menghabiskan dana total Rp 2,2 juta, sudah termasuk makan dan tempat menginap. "Pintar-pintarnya kita saja. Kalau mau pergi jangan pas peak season, jadi bisa mendapatkan tiket pesawat murah," katanya.

Untuk menekan biaya, para backpacker tidak akan segan atau gengsi menginap di rumah penduduk. Dari pergaulan dengan penduduk setempat, justru mereka mendapatkan sesuatu yang melebihi rasa persaudaraan. "Kami jadi lebih jauh lagi mengenal budaya dan adat setempat. Mereka pun menerima kami dengan senang hati," kata Aris.

Terinspirasi orang asing

Aris yang bekerja di bagian teknologi informasi Container Terminal System Solution Indonesia bisa dibilang cukup berpengalaman sebagai petualang, terutama menjelajahi objek-objek di Indonesia. Aris mengaku terinspirasi backpacker dari luar negeri yang hanya bermodal buku panduan Lonely Planet dan peta namun bisa menjelajahi tempat yang sangat terpencil dan pulang dengan selamat.

"Saya suka naik gunung dan sering ketemu backpacker asing. Mereka lalu bertanya ini-itu sehingga akhirnya saya menjadi pemandu tak sengaja. Saya belajar dari mereka, mendapat informasi tentang lokasi-lokasi yang unik dan aneh," kata Aris, yang pernah jalan-jalan ke sejumlah lokasi dari Jakarta hingga Medan pp selama tiga mingguan.

Jiwa petualang backpacker asing itu pulalah yang membuat Ratna Ariani, wartawan Bisnis Indonesia, makin penasaran untuk menjelajahi berbagai objek menarik di Indonesia. Masa justru orang asing yang lebih memahami Indonesia, begitu pikir Atta, panggilan Ratna.

Pengalaman mengesankan didapat Atta saat pergi ke Kepulauan Karimun Jawa. "Kami pakai dua perahu. Mendadak perahu yang di belakang mogok, dan perahu pertama harus menariknya. Karena laju menjadi pelan, kami sampai tujuh jam berada di lautan. Wah, itu asyik banget, rasa kekeluargaan menjadi bertambah erat," tuturnya.

Banyak pengalaman berkesan yang didapat para backpacker, seperti Indri (29) yang mendapatkan kedamaian dengan mendaki gunung, Ita (30) yang mengasyiki romantisme pantai, atau Arthur (36), penyalur alat-alat migas yang selalu gembira meski hanya berkumpul dengan anggota komunitas, meski tak harus ikut pergi.

Pengin jalan-jalan melepas kepenatan? Gabung saja di mailing list indobackpacker@yahoogroups.com.

Mengenang Masa Lalu

Halah....
Jum'at, 14 April 06, gw janjian sama Adi buat ke kampus tercinta di Depok. Tapi sebelumnya, kita ke rumah Cici, 'Mau ngepas Beskap sama Blangkon' (hwawawawawawa!!). Jam 09.30, udah nyampe rumah Cici. Ternyata ada kerja bakti, nebang2 pohon.
Obrol2 tentang undangan, ttg konsep foto prewedd (lah, siapa yg mau foto prewed? kikikikikikik....). Saatnya mencoba beskap!! Jadilah, ukurannya 3L.


'Azhar gak pake seragam?', tanya ibunya Cici. 'Whaaa, gak tante! gak mau pake kaen!' huahahahahahaha.....
Eh, gak lama, bapaknya Cici juga nanya, 'Azhar pake beskap?'. Heh......

Yowes, mendung sudah menggantung. Sesuai rencana awal, ke kampus buat sholat Jum'at. Teng jam 10.30, kita berdua jalan, menyusuri Bintaro, Deplu, Pondok Pinang, TB Simatupang, lanjut ke Depok. Uh...., kenapa gw gak pernah bosen sama nih kampus..... (alhamdulillah, gw sempet ngerasain sekolah di kampus ini..... Makasih ya Ma, makasih Pa, atas do'a dan dukungannya....... hiks..... jadi inget nyokap......)

Sampai di kampus jam 11.20 kurang. Nelpon Darwis, 'Gw mandi dulu Zar...' cengengesan dia di ujung sana. Halah....
Masjid ramai, di danau juga. Banyak pemancing yg melepas hobi di sana (lho, kok belom siap2 buat Jum'atan boss???). Masjid juga rame. Banyak akhwat yg keluar dari masjid (lho, ngapain mbak?? kan libur?? abis ngaji yak??).
Ok, Jum'atan dulu....
Ba'da Jum'atan, layaknya jaman mahasiswa dulu, leyeh2 sejenak d sana. Hujan yg tadi hampir turun, ternyata gak jadi. Tuh liat, enak banget kan nih masjid buat kongkow or tiduran mencari inspirasi......

'Laper nih, makan yok!' Sepakat gw n Adi, ke warung Mbak Ani (kayak lagunya Rhoma, Aaaniiiiiii.....Aaaaaniiiiiiiii....., sungguh aku rindu.....). Letaknya di Kukusan Teknik.

Fyi, sebenernya nama warungnya Shinta, tapi Gogon's nyebutnya gitu coz nama pelayannya Mbak Ani. Dulu, si Ani ini kenal sama kita2: Andri, Udin, Ari, Dito, Adi, Diar, n gw. Cici juga dulu dia kenal, Dahlia kyknya juga. Tapi, kemaren sblom ke sana, gw asumsi, dia udah lupa. Adi dgn PD njawab, 'kita tes, kyknya dia masih inget gw'. Dan benar sodara2!! Dia masih inget tampang tapi lupa nama!!

Gw makan rawon, cumi, tahu goreng, n es teh manis. Smuanya 9900 perak.....
Abis makan, rencananya mau nengok ponakan dari Deddy. Nelpon, eh, ternyata dia lagi belanja (deuuuh, senengnya..... Jadi inget waktu belanja sama Des3, huahahahahahaha). Yo wes, nunggu d kampus aja.
Nongkrong di tempat favorit: Aer Mancur!! Tempat paling eksotis di kampus gw. Heh...., mau ngeceng, mau cari angin, ini tempatnya!!

Lanjut ke dalem, liat papan pengumuman. SNF tercinta!!!
Terus terang, ada rasa bangga juga, sekarang SNF (Sekolah Non Formal, suatu UKM yg bergerak di bidang pendidikan, memberi pelajaran tambahan buat anak2 kurang mampu di sekitar kampus UI Depok) udah bisa bikin acara 'gede' kyk gitu. Duh, harunya.....
Tapi, ini yg paling gw suka (liat yg gw lingkarin di poster bawah ini)

FSI (Forum Studi Islam). Lha, ini kandidat Ketua kok kyk daftar absen satu kelas yak???

Hehehehe, berikutnya, liat lobby A yg sering jadi tempat Expo (halah....)

Dan ini poster promo ISTI nya FSI (kagak berubah, always foto2 doank yg dipajang...heh....)

Ya gitu deh...., kenangan di kampus Depok tercinta. Kampus yg menyimpan hampir sepertiga kenangan dalam hidup gw. Never get bored kalo udah maen2 k sini. Cobain deh. Lu pasti ketagihan ke kampus gw. (hihihihi)

Thursday, March 23, 2006

SMS dari Darwis

Sobatku ini melakukan perjalanan panjang ke Kampungnya. Berikut laporannya:

Pelabuhan Merak. Mendung. Sama benar dgn suasana hati, zhar. Hahaha!Ternyata ATM di Merak udah gak ada. Cash nyisa 5000. Wataw
15:40:46 - 20/03/2006

Waks! Jembatan putus di Lahat. Gw bener2 estafet ke Jambi. Eh, gw lupa send SBR+email wasiat, hehehe. Btw, sabun lifebuoy kecil lu gw bawa! Ikhlasin ye!
18:33:25 - 20/03/2006

Mengesankan. Gak ada mobil jarak jauh! Semuanya mesti estafet.Nikmatnya perjalanan.
Imagine jaman karavan membelah gurun! Ah lu pasti banyak minta break, hahaha!
21:27:36 - 21/03/2006

03:15 naik kereta ke linggu. Next destination: Lb. Linggau. Ganti bus di Bangko mnuju Sg Penuh-Kerinci. Doain smua lancar.
06:35:11 - 23/03/2006

Lansekap yg hebat. Hutan. Sungai. Sayang, 3 jam ke depan harus berdiri di minibus style 80an. Eh lu jadi travelkeeper gw. Progres dll
10:02:57 - 23/03/2006

Sarolangun. Shalat Dzuhur. Mandi. Eh di masjidnya ada yang bening. Mirip siapa ya? M****** plus s*** (<-- kayaknya ini hiperbolik-red).
Ganti carry. Menuju Bangko. Ya Allah, semoga tdk ada secuilpun 'kesombongan' dalam perjalanan ini. Hamba hanya ingin berdoa sambil menangis di tempat yang mungkin namaMu tak pernah disebut.
13:08:08 - 23/03/2006

Wataw!Carry kursi belakang dipaksa 6 orang. Wataw 3x, dimanalah ada yang naik. Cocok benar buat diar. Pohon tinggi. Di Jambi banyak pesantren Pak!
19:18:42 - 23/03/2006

Lepas Carry! Welcome Bangko. Langsung ke sungai penuh.
Waw! Terus mendaki L300. Ketemu pak tentara di carry tadi. Temen ke kerinci. Gak ada calo yang berani, hehe.
19:19:10 - 23/03/2006

Tiba di sungai Penuh 20.15. 1 jam dari pos pendakian kebun teh kersik tuo.Kota yang indah! Lah didekatnya danau Kerinci. Luassss!! Sayang yang keliat cuma kerlip lampu.
20:24:02 - 23/03/2006

Test! No sementara (darwis beli nomer simpati rupanya. dia sadar, sinyal XL gak akan nyampe Kerinci. Hehehehehe - Red). Tidur lumayan nyenyak di penginapan sungai penuh. Dingin. 45 rb.Lupa bawa senter (amatir sih!) Belum beli logistik. Toko2 belum buka.
07:08: 02 - 24/03/2006

Eksotis.
1. Kotanya sempurna dikelilingi bukit
2. Cewek2nya mayoritas berkerudung
3. Kabut
4. Mayoritas padang
Lu banget Zhar! Hahaha (heee??? kok gw???? -Red)

07:34:06 - 24/03/2006

Bismillah. Setelah keliling kota Sungai Penuh. Setelah sarapan. berangkat ke kesik Tuo. Pos pendakian. Naik carry macam angkot. Landskap bukit yang keren.
08:10:26 - 24/03/2006

Kerinci terlihat memesona dgn hamparan kebun teh di kakinya! Kabut mengungkung. Angin kencang membawa bulir2 air. Doakan nanti malam gak ujan bro! Guide dah dicari pemilik homestay. 2 orang. Lengkap dengan peralatan. Btw, di sini buruk sinyalnya.
16:34:29 - 24/03/2006

Pukul 22.00, naik motor 5 kilo dari homestay. Gerbang pendakian.Ya Alloh, mudahkanlah langkah. Ringankan hati hamba. Smoga Engkau berkenan. Amin Yaa Aziz...
22:44:13 -
24/03/2006

Wednesday, March 22, 2006

Tulisan Mirip Prinsip "Pohon Tertinggi di Gunung Rinjani"

The Husband Store

A store that sells husbands has just opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates. You may visit the store ONLY ONCE!

There are six floors and the attributes of the men increase as the shopper ascends the flights. There is, however, a catch... you may choose any man from a particular floor, or you may choose to go up a floor, but you cannot go back down except to exit the building! So, a woman goes to the Husband Store to find a husband...

On the first floor the sign on the door reads:
Floor 1 - These men have jobs and love the Lord.

The second floor sign reads:
Floor 2 - These men have jobs, love the Lord, and love kids.

The third floor sign reads:
Floor 3 - These men have jobs, love the Lord, love kids, and are extremely good looking. "Wow," she thinks, but feels compelled to keep going.

She goes to the fourth floor and sign reads:
Floor 4 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead good looking and help with the housework. "Oh, mercy me!" she exclaims, "I can hardly stand it!"

Still, she goes to the fifth floor and sign reads:
Floor 5 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead gorgeous, help with the housework, and have a strong romantic streak.

She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor and the sign reads:
Floor 6 - You are visitor 400,363,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please.

Thank you for shopping at the Husband Store. Watch your step as you exit the building, and have a nice day!

Pedih kan?? Hehehehehe......

Tuesday, March 07, 2006

Tempat Mangan di Kantorku (tulisan ini akan disambung terus, jadi, jangan bosen2 buat ngeliat) Ada banyak pilihan. Itu dalam hidup. Seperti, siapa yang akan kita pilih sebagai pendamping hidup (halah....).
Kita bicara masalah tempat makanan! Di kantorku, sejak Bank Mega pindah ke gedung yang baru, banyak muncul tempat makan di sekitar kantor. Kalo dulu cuman terpaku sama kantin, nasi Padang, or warung Pojok, kini ada ragam pilihan. Kita lihat satu-satu:
Resto Padang Citra Rasa
Resto ini lumayan enak, tapi juga lumayan nendang harganya :D. Ada 2 ruangan, AC dan Non AC. Dulunya tempat resto ini adalah tempat usaha yg sudah lumayan bobrok. Penyewa yang baru merenov lumayan besar utk membangun resto ini. Komen saya: lumayan enak, tapi mending makan di warung Padang di deket pertigaan Gatsu-Tendean. Hehehehehe....

Tenda - Panas
Tenda - Panas, kenapa aku namakan itu? Karna cuman beratap tenda, which is kalo siang panas bets! Ada sih kiosnya, cuman sama aja, pengap!!
Makanan di sini beragam: nasi uduk, mie ayam, nasi/mie goreng/rebus, es buah, ayam bakar, bubur kacang ijo & indomie, soto mie, wah, pokoke uakeh! Kalo pagi ada bubur ayam n soto ayam (yummy, udah lama gak sarapan di situ).
Letaknya di samping Resto Padang. Nah, lokasi ini di samping apotik depan kantor persis.
Komen saya: kalo mau jajanan, ya mending kesini. Cuman kadang gak nahan sama umpel2an n panasnya itu lho!!

Warung Makan TIKI

Namanya sih Warung Makan Tendean. Tapi karna berdampingan sama oulet TIKI, ya nama yang familiar warung TIKI. Enak. Makanannya variatif. Ada sayur singkong, gudeg, urap, empal, nasi GILA (nasi dicampur telor n sosis trus diaduk2 gak jelas). Harganya lumayan tinggi, tapi worthed sama kenyamanannya.
Komen saya: asik! cuman jangan keseringan. Hehehehehehehe


Tuesday, February 28, 2006

Dony Rahmat Fitri

Paung. Dangduters. Itu panggilan n julukan buat Dony. Orang batak yg fasihnya ngalahin aku dalam javanese. Kawan akrabku di kantor. Hari ini dia resign, pindah ke perusahaan alat berat di daerah Cibubur junction. Heh....

Ngapain pindah?? Yaa buat yg lebih baik lah!! Ambil resiko kalo mau maju.

Tau deh. Rada sedih juga. Dia temen berdebat. Temen pulang malem. Temen makan telor setengah mateng di depan kantor. Temen i'tikaf (sudah 2 ramadhon kami i'tikaf bareng, di Pondok Indah n Al Azhar). Temen satu impian: bikin program Islami yg mendidik dan menghibur.

Hmmm. Nice to knew u Bro. Terimakasih atas segalanya. Silaturahmi tetep dijaga. Janji, kita mesti sering2 silaturahmi. Eh iya. Cepetan nikah!! Anak transtv banyak yg manis tuh!!

notes: Dony yg paling kanan dari foto di atas......


Novel The Gogons

Mereka awalnya berenam!
Dipertemukan tak sengaja oleh takdir huruf pertama.
Bertabiat laksana bumi dan langit.
Berperangai bagai saputan pelangi.
Bersahabat sejak sekujur tubuh kotor bau keringat


Darwis berkarya lagi. Kali ini dia dapet ide dari gank smasa kuliah dulu. Gogons. Gank kami sekelas di sebuah kampus daerah Depok.
Mmm, inget banget. Kenalan sama Darwis di basement perpustakaan fakultas. Eh, keterusan sampe sekarang. Makanya, dia kenal sama gank ku. N kyknya, dia terkesan banget sama Gogons, dari kekompakan, sampe ke tidak jelasan serta tidak ada inisiatifnya gank kami. Hahahahaha.

So, enjoy aja. Yang pasti semua isi ceritanya fiktif. Hehehehehehe





Wednesday, February 01, 2006

Bewok - Sahabat & Ragunan....

Pagi itu, 31 Januari 06. Walah, tangi turu kok awakku aras2en. Tapi kupunya janji dengan seorang teman, tapi mesra... (halah)























Saturday, January 07, 2006

My 1st Album

Ada yang bilang: hobi itu perlu buat melepas kepenatan. Buat me-refresh pikiran (bukan pemikiran. Lho, apa bedanya?? Hehehehe)

Fotografi. Itu hobiku. Nikmat sekali ketika mendengar bunyi shutter dipencet. Ceklek! Apalagi kalo bisa mendapat momen yang bagus dengan eksekusi dan komposisi yg tepat. Beh..., serasa dunia ini cuman milik kami berdua (aku n kamera gituh)

Oiya, lintas sejarah. Aku gabung ke komunitas maya fotografer.net . Profile ku bisa diklik ke aji16.FNet . Disitu bisa dilihat, dan dirasakan segala suasana hatiku (jieeee). Berikut kutipannya:

Paling suka melihat foto yg bagus. Waktu kuliah, dipinjemin temen Nikon manual buat dokumentasi acara kampus.wuiihhhh, naksir berat! tapiii......, mahasiswa, gak ada hepeng lah! even cuman cetiaw harganya. Kerja, dapet THR, belilah digital finepix 202.Jeprat-jepret lagi. Kerja, setahun lagi, dapet info "kamera G5 bos yg dibeli ama tmen gw, mau dijual tuh! mau gak? 2x bayar deh!" "Ha?! G5??mau donk!!!" Banyak hikmah gw ikut forum ini. Nilai tinggi setiap upload, bukan yg dicari.ada kalanya perlu belajar dari yg biasa2 aja.

Nah, rencananya aku mau nyetak beberapa kolase hasil foto2ku, terutama yg menyangkut dokumentasi perjalanan bersama keluarga dan sobat2ku. Daaan, yg diatas itu adalah covernya!! Narsis?? Yaa, gak papa!! Dari pada majang foto pacar, atau CCP-an?? (Halah..., mending punya.... Huehehehehe. Kidding Mode:ON)

So, Doain yah!! Mudah2an duitku cukup buat beli album , dan nyetak foto2nya. Hehehehe....

Wednesday, January 04, 2006

Jangan Melanggar Prinsip!!

Setiap manusia pasti punya prinsip. Bahkan orang yang gak punya prinsip, dia mempunyai prinsip yaitu : tidak punya prinsip!! (apa siih!!)

Aku punya beberapa prinsip, yang kuambil dari bertanya, membaca, dan sedikit memahami (dikiiit banget). Idealis memang, tapi itulah yang benar. Yang syar'i. Aku sadar, aku gak bisa perfect 100%.

Sayang, aku melanggar prinsip yang aku 'tulis' sendiri di hati n otakku. N rasanya, gak enaaaak banget!!! Terlalu banyak pembenaran yang aku cari-cari.... Dan terbukti, mencari pembenaran itu salah total!!!

Semoga Alloh menjernihkan hati, niat, dan langkah2ku ke depan lebih syar'i.....
Aamiin...

Tuesday, December 20, 2005


Kaki Palsu Keinginan Delisa
Oleh fk.ui.ac.id
http://www.fk.ui.ac.id/var/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=67

Senin, 31-Januari-2005, 09:08:45



WAJAHNYA tidak tampak memancarkan penyesalan. Walau satu kakinya tidak utuh lagi, tapi, gadis kecil itu seakan tak merasa kehilangan.

Bahkan ia asyik mencoret buku hasil pemberian orang. Sepertinya ia sudah tidak sabar lagi pergi ke sekolah.
Gadis kecil bernama Delisa, 7 tahun, adalah pelajar MIN Ulee Lheue, Banda Aceh. Kini hariharinya ia habiskan di kompleks Fakultas Kedokteran Unsyiah. Deli sudah dua pekan dirawat inap di sini, ujar Jalinus, 36, abang kandung Delisa.

Sejak dirawat di sana, kata Jalinus, kondisinya lebih baik. Maklum, walau diinapkan di tenda, tapi pelayannya lebih memadai. Waspada juga melihat banyak pasien korban tsunami dirawat di situ. Di lokasi ini adalah markas tempat dokter negara Denmark, yang ikut berpartisipasi di bidang medis.

Delisa sebelumnya mendapat perawatan di RS Kesdam. Kaki sebelah kanannya terpaksa diamputasi lantaran terkena seng. Sewaktu gelombang tsunami menerjang, Delisa terpisah dengan keluarganya di Ulee Lheue. Tubuh kecilnya sempat terlempar di dekat gudang Kurnia, sekitar 5 Km dari Ulee Lheue.

Bahkan, saat ditemukan Delisa disangka sudah menjadi mayat. Tapi orang yang menemukan terkejut melihat ada gerakan dari tubuhnya. Kemudian diserahkan kepada Pak Didi, warga Lamteumen. Sempat dibawa ke rumah Pak Didi, tapi karena lukanya serius terpaksa ia dinapkan di RS Kesdam.

Didampingi Baktiar, orang tua Delisa dan Julius, gadis kecil ini termasuk orang yang punya kemauan keras. Saat menghadapi gelombang, seperti dituturkan Jalius, adiknya sempat berpikir untuk bisa memegang apa saja. Ia sempat memegang perahu yang melintas di depannya, kata Jalius.

Saat itulah, kakinya tergores benda tajam. Tapi rasa sakit masih dapat ia tahan. Begitu pula saat gelombang kedua datang, yang membuat kapal yang ia pegang terbalik, tangannya masih juga bisa memegang kayu. Rupanya kayu tadi mengantarkan dirinya ke Jalan Lamteumen Timur. Adik saya ditemukan orang keesokan harinya (maksudnya hari senin), kata Jalinus.

Selain Waspada, sore kemarin, Delisa sempat pula diwawancarai sebuah televisi asing. Ia merasa senang pemberian buku dan peralatan sekolah yang diberi oleh wartawan asing itu. Dari bukubuku itulah Delisa kembali teringat saat ia dibangku sekolah.

Delisa, aku Baktiar, tergolong murid cerdas. Setiap bagi rapor, nilainya semua bagus. Anak saya ini sering mendapat renking di kelasnya, kata Baktiar, sembari menyebut ibu Delisa, bernama Salamah, adalah guru di MIN tersebut.

Kalau kaki saya cepat sembuh Deli bisa langsung ke sekolah ya Bang, kata Delisa kepada abangnya yang setia menemani adiknya itu. Kini, kakak Delisa bersama Ibunya belum ditemukan. Tapi Baktiar, bapak Delisa, tampak pasrah.

Pensiunan Dinas Pendidikan ini, sekarang berpikir bagaimana membahagiakan putrinya yang sudah tidak punya kaki sebelah itu. Dokterdokter Denmark di sini sudah menjanjikan akan memasangkan kaki palsu buat anak saya, kata Baktiar. Ia hanya berharap janji itu bisa segera terlaksana. Kalau orang bule (asing) biasanya komit terhadap janji, Baktiar optimis, bantuan kaki palsu itu akan datang.

Sosok Bocah Tegar

Kalau kita melihat Delisa dalam kondisi kakinya harus diamputasi, tapi mempunyai semangat hidup tinggi, kita harus angkat salut. Makanya, orang yang melihatnya, sering memberikan buah tangan. Tidak kecuali jurnalis asing tadi. Ia menjanjikan akan datang lagi menjenguk Delisa, sambil memberikan hadiah sebuah handphone. Wartawan cewek itu yang akan beri adik saya HP, kata Jalinus.

Orang salut kepada Delisa, karena gadis kecil ini adalah sosok wanita tegar dan tidak mudah putus asa menyesali keadaan. Semoga semangatnya tetap menyala sampai kapan pun, harap Baktiar, ayah Delisa, yang selamat dari tsunami karena saat bencana sedang berada di Jakarta.

(FKUI/WASPADA online)

Wednesday, December 14, 2005

Trans Four You.... *

Image hosted by Photobucket.com

'Aih...aih... Tak terase Trans TV sude empat taun menemani pemirsa. Siti merase terobati bertemu dengan penggemar Siti di Indonesia ini, bila melalui layar Transtv....' Demikian dialog khayalan saat Siti Nurhaliza manggung besok. Stage nya keren Jon!! Ada 2 kotak panggung, yg setiap kotak terdiri dari 2 set panggung untuk band (atas-bawah). Belom lagi stage utama.
Image hosted by Photobucket.com

But..., tapi....., gimana cara...........
Image hosted by Photobucket.com
Tempat buat festival kalo tak liat2, paling banter 250-300 orang. N u know what (dan kau tau apa), undangan yang tersebar sampai 700 orang!! (pepes kali!!!) So, kayaknya, impian ku melihat calon istri (suaminya), Ci Siti Nurhaliza, pupus sudah.

Monday, December 12, 2005

Hafalan Sholat Delisa - JCC .... (10/12/05)

Image hosted by Photobucket.com
'Zar, ke JCC jam berapa?'
'Jam setengah 2'
'Lho, bukannya jam 12.45 mulai?'
'Halah...!!'

---
Di tengah kesibukan bikin report yg sangat mereportkan diriku, 12.30 meluncur segera ke JCC.
Pas jam 12.45 sampe. Keliling2 nyari panggungnya, pas nyampe, ternyata sudah dimulai.
'Jumpa Penulis Novel Hafalan Sholat Delisa'. Keren bang!!
Ada 2 pembicara: Tereliye dan Cut Putri (<-- tau tragedi tsunami? beliau dokumentatornya!) Sayang, saya lupa nama moderatornya... ;))
As usual, saya mengira Cik Tere bisa dengan lancar mengungkapkan segala hal tentang novel ini. Latar belakang, motivasi, jalan cerita, saya kira akan lancar diutarakan. Asdos, ex consultant, masak presentasi/public speaking kagak bisa?? Tapi, ternyata..... (sambung di bawah yak, hehehehehe)





Nah, ada Cut Putri memberi beberapa pendapat ttg novel ini. Hmmm, speaknya bagus. Alur bicaranya lancar jaya. 'Dia itu jadi host di TPI Zar....' ooo, pantes......
N tau gak? Kata Tere, pas ketemu dia, si Cut ngomong: 'Alhamdulillah, akhirnya bertemu juga....'
Halah maaaak!! Muke lu Wis!!! (Tere = Darwis, hehehehehe).
Trus, dia juga bilang: 'novel ini mengajarkan pembacanya keikhlasan. seperti Mas Darwis ini. Saya menilai beliau ikhlas...' (ufffff....)


'Saya aja sering
mencantumkan biodata saya di buku2 yg saya tulis. Lain dengan Mas Darwis ini. Tanpa biodata!'














Exsum:

Guys, baru kali ini aku ngeliat Darwis begitu gelisah. Adi pun melihat hal yg sama. "Gw gak nyaman Zar".
Yup Wis. Keikhlasan itu penting. Namun takut tidak ikhlas, juga tidak baik bila berlebihan. Terkadang, kita hanya perlu menjalaninya saja, tanpa perlu menilai: apakah kita ikhlas atau mengharapkan pujian (riya'). Ikhlas atau tidak ikhlas, siapa sih yg tau?? Terkadang pula, kita gak tau niat kita tulus atau sebaliknya.

But, i luv ur novel Bro. Ini yang terbaik. Mungkin gak ngetop, n mungkin gak semua orang suka. Tapi, ini novel lo yang terbaik!! Maknanya dalem buatku. Thx Bro.....

Tuesday, December 06, 2005

Satria Mandala....

Image hosted by Photobucket.com

Masih ingat sama Des3&Arry ? Nah, Sabtu kemaren, 3/12/05, dilakukan resepsi.

Thursday, December 01, 2005


Si Abang: Senior di Kampus, dan di Dunia Kerja

'Kenal sama Mas Tomi gak?' tanya kawanku Banu.
'Emang siapa dia?' balik ku bertanya.
'Senior. Anak FEUI juga. Dulu sih aktivis FSI...'
'Ooo, oke deh, ntar ane cari' jawabku penasaran

Itu petikan obrolan tahun 2002 awal, februari tepatnya.
--

'Tetep kontak yah ji!' kata Mas Tomi.

Petikan obrolan singkat, , hari ini, 1 Desember 05.
--

Yup. Tomi Satryatomo. Produser Kupas Tuntas. Si Abang. Bisa dikatakan panutan buat junior2nya, aktivis da'wah di Transtv (mungkin di dunia Broadcast).
Kadang sebel juga (sori ya bang! :) ), dia terlalu sibuk, sampe jarang banget kumpul sama juniornya buat berda'wah.

But, show must go on. Dinamika di kantor terkadang membuat komunikasi antara kami n beliau putus-sambung. Tapi ada hal yg berkesan: Mas Tomi suka nraktir :). Di Pondok Laras Depok, trus dulu pernah di Situ Gintung (kalo gak salah). Tapi yg paling berkesan, mungkin acara makan ikan bakar bareng di rumah Anis Matta di daerah Utan Kayu. Wuiiih, bermakna banget tuh!

Btw, keep in touch Bang! At least, dateng ke nikahan aku yah! (kapan ???? huahahahahaha)