Mie Goreng Jawa

Suatu keajaiban, mendapatkan diriku seperti saat ini. Suatu keniscayaan, keteguhan akan menjadikan diri layaknya pilar yang membumbung ke langit. Suatu anugerah, cinta ada di hati yang bersih, Cinta karena,demi, dan untuk Allah.
Mie Goreng Jawa

diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
19:48
0
comments
Wajar dalam Ketidakwajaran
‘Dahsyat! Tuh cewek bisa masak Zar!’
‘Lha, bukannya cewek emang wajar bisa masak?’
‘Lha, bukannya kalo dia emang muslim, udah kewajiban dia sholat bukan?’
(tidak bermaksud SARA sama sekali. Hehehehe)
Gitu deh. Dua dialog dengan dua orang yg berbeda (bisa jadi fiktif, tapi kan masuk akal bisa terjadi. Ye gak??).
Terkadang kita itu merasa aneh ketika melihat suatu ke ‘wajaran’
Contoh di atas. Siapapun bisa berdebat sama aku. ‘Cewek itu kudu bisa masak’. Titik! Egois? Bisa jadi. Tapi yang pasti mbak2 saya semua bisa masak, hasil didikan dari ibunda tercinta. Dan mereka tidak merasa terpaksa. Bahkan senang dan merasa butuh untuk bisa memasak.
Mungkin bisa saya katakan, tingkat kewajaran seorang wanita bisa masak lebih tinggi dari tingkat kewajaran seorang pria bisa masak. Kenapa saya perlu membandingkan? Soalnya saya takut di cap: anti emansipasi wanita. Hehehehe…
West the Point?? (what the point kaleee). Gini. Sekarang tuh kita hidup dalam dunia yg aneh. Sesuatu yang wajar dianggap sesuatu yang 'aneh', 'amazing', 'ajaib', 'mengagumkan' dll.
Contoh, wanita yang bisa masak tadi. Memang, gak ada kewajiban wanita mesti bisa masak. Tapi, inget brur n ses, terlalu banyak kasus yg bisa kita jadikan contoh, bahwa 'Cinta itu bisa datang dari masakan....'
Bayangin men, kita makan masakan istri (nantinya). Kalo perlu, bantu2 dia di dapur. Wuiiih, bisa jadi itu momen romantis ..... :x
Jadi, rasanya kita perlu bikin list nih, apa aja sih hal2 wajar yg kita anggap tidak wajar atau istimewa. Tapi rasanya (lagi), yang lebih penting adalah: menghilangkan semua hal-hal tidak wajar yang kita & orang lain anggap wajar, dan ternyata kita juga melakukan hal itu..... Hiks..... :((
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
14:55
4
comments
AddBook Present: CAJKL

Bermimpi itu memang nikmat. Dan sangatlah merugi orang yg gak pernah berani bermimpi (hahahahaha).
AddBook Corp., bentukan dari Adi-azhar-Diar-Darwis (yup, anonim dari nama kami berempat) berkeras hati menerbitkan Novel ini. Sebelumnya kita nerbitin MMsPH (Mimpi-Mimpi si Patah Hati). Kali ini, kita belajar dari kesalahan (kesalahan? gak ada kesalahan) yg lalu: Cover yg lebih eye catching!!.

Kisahnya ttg seorang jomblo sejati yg terpesona pada seorang Diva dari Malaysia (bukan..., bukan Amy Search). Ya banyak lah konflik, fisik maupun batin. Menarik kok! Dijamin! Apalagi kalo ada yg minat bikin pelemnya, worthed banget bayar royaltinya! Hahahaha!
Kembali ke mimpi. Mimpi kami saat ini (kami lho!): membuat publisher independen yg menghimpun investor buat menyeleksi sendiri buku2 dari penulis muda potensial buat diterbitkan. en, satu lagi: bisa ngalahin Gramedia!! Ayoo!! Semangat!!!
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
12:41
24
comments
Santi & Arlan
"27 jam"
"Yang berat sih antara jam 1 malem sampe jam 9 malemnya Zar..."
Tuing! YM ku nyala. Dari si Ika, cs-an waktu di Labkom Akuntansi:
Alhamdulillah, telah lahir anak pertama dari pasangan Santi & Arlan, bernama ALISHA (3.05 kg/49 cm), hari Senin, 1 Mei 2006,pkl 20.51 WIB di RS. Medistra. Mohon doa ny agar mjd anak shalihah.
Subhanallah!! Tepat hari Senin, 1 Mei 2006, jam 9 kurang 9 menit PM, bertambah lagi manusia di muka bumi.
Alisha.
Lupa artinya apa :D (sorry ya San, Lan hehehehe).
Ketemu Darwis n Ika&Eko di sana. Kalo ama Darwis sih janjian ngasih Novel baru, terbitan AddBook (Yeahh!!).
'Baru kali ini gw jenguk orang lahiran, tapi wajahnya gak ada capek2nya', gitu kata Darwis. Betul! Sumpe deh, raut wajahnya Santi tuh kyk gak ada capeknya. Bahkan air mukanya pun tidak menyiratkan itu. Yang ada kebahagiaan 120% di sana. Iya sih, orang lain yg saya tengok, bahagia juga. Tapi pasti keliatan mimik kelelahan yg luar biasa.
Sedangkan Santi nggak!
Ajaib? Tergantung Anda mendefinisikan kata 'ajaib' itu. Bisa ajaib, coz ini bukan hal yg jamak kita temui.
Tapi bisa jadi peristiwa biasa, kalo kita menganggap hal itu merupakan reaksi spontan atas 'keajaiban' yang lebih dahsyat.
So, as ur request, moga Alisha jadi anak yg sholehah. Amiin.
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
10:48
2
comments
The Djadoelers
Di komunitas FNet (fotografer.net), ada istilah The Djadoelers. Gerakan ini diprakarsai oleh Mbak Sis (Sisca Je alias Noni Sisca) tercinta. Beliau dengan suami tersayang (Mas Dhias) sering menjelajah tempat2 Djadoel, n bikin liputannya di FNet.
Nah, kali ini aku gak bicara masalah foto or Djadoelers di FN. Hari ini saya dapat email yang menarik dari temen. Isinya, pariwara jaman kuda gigit besi. Hahaha, loetjoe sekali!!!
Coba simak satoe-satoe:
Ini iklan margarine Palmboom, saingannya Blueband. Sayang, aku gak pernah nemuin lagi nih merk di pasaran (atau gw yang gak pernah ke pasar? hehehehee)
Nah, ini iklan Sunlight
Ini iklan Blue Band. Versi Tionghoa sepertinya. Wow! Menarik juga!
Ini versi Jawa (kok Jawa?? Rasis amat! Trus, apa donk? Pribumi?? Jadi inget kerusuhan 98.... :(( )
Lanjut... Ini dia wanita terkuat di Dunia!! Njonja Meneer!! Berdiri sedjak 1918!! Gile, 88 taun berdiri terus!! (garink...)
Oke, ternyata Mbah ku mestinya gak kerepotan kalo mau servis DVD player kesayangan, kalo beliau udah liat iklan ini. Sayang, nih toko gak bisa benerin EOS 300D gw. Hehehehe....
Wataw!! Undian2 udah dari dulu ada!! N repotnya, terdiri dari mata uang yg berbeda!! Hahahaha
Sayang, G-Shock gak ada iklannya jaman itu.....
Lanjut, boeat jang suka gatel-gatel ;))
Hahaha, jadi inget eks temen kantor. Namanya Mauluddin, tapi sering dipanggil DJ Amboel (jambul) gara2 jambulnya yg kyk Elpis Presley. Hahaha, kangen nih Mbul!! Hahahaha!!!
Udah ada yang pernah nenggak Balsem?? Huhaahahahahaha....
Kebayang, yg dua foto di atas itu mbahnya Dian Sastro n Mbahnya Mariana Renata ;))
Nah, kalo ini nostalgia kita bersama!! Bona n Rong-rong!!
Okey, thats all folks!! Viva Djadoelers!!!
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
10:46
1 comments
Backpackers Borju Lombok 2006
Sampai di Denpasar sekitar maghrib WITA. Ternyata, tim advance lagi asik di Dreamland! Tega.... Kemudian, kami sholat maghrib n Isya sekalian di masjid dekat bandara. Trus makan d resto Minang Saiyo. Waduh, ternyata mereka nyewain pelaminan ala Minang lhoo!! (SWGTL!!).
Kami berangkat sekitar jam 00.00 lewat, tapi kapal baru jalan sekitar jam 1 lebih. Untung, kapalnya lumayan nyaman. Cari posisi, pikir2, mending sewa matras aja. 10-15 rb /matras. Tidur deh....
Pelabuhan Lembar!! Luvly view!! Baru kali ini liat kabut di daerah pantai. Exotic!! Subhanallah keindahan Indonesia!
Jalan2 ke Kuta
Jalan2 di Kuta 2
Jalan2 ke Senggigi
Jalan2 ke Senggigi 2
Makan Ayam Taliwang. Persiapan ke Gili Menok & Rinjani
Gili Menok

Gili menok
Rinjani
Rinjani
Jimbaran, makan ikan bakar.
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
13:53
1 comments
Petualangan Murah ala "Backpacker"
Susi Ivvaty
"Peta! Peta!" Itu teriakan Boots, monyet teman Dora dalam serial kartun animasi "Dora the Explorer" di Global TV. Petualang cilik dalam dongeng saja membutuhkan peta, apalagi para "backpacker", petualang sungguhan yang gemar menjelajah berbagai lokasi menarik di mana saja.
Dari sebutannya, mestinya para penggemar jalan-jalan itu selalu menyandang ransel di punggungnya. Namun pada kenyataannya, tak semua mesti membawa ransel. Yang pasti, mereka adalah petualang.
Salah satu wadah bagi para backpacker di Indonesia adalah Komunitas Backpacker Indonesia yang saat ini sudah beranggota sekitar 1.400 orang di seluruh Indonesia, termasuk orang Indonesia yang berada di luar negeri. Komunitas ini sebenarnya masih baru, bermula pada tahun 2004, ketika Aris Yanto (32), Koordinator Backpacker Indonesia, bersama kawannya, Erwin dan Denni, membuat situs www.indobackpacker.com. Setelah website, mereka pun membuat mailing list http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/.
Hampir semua anggota komunitas sebelumnya memang penggemar jalan-jalan. Ada yang biasa jalan-jalan berdua, berkelompok, atau bahkan sendiri (solo backpacker). Di antara mereka, banyak pula yang telah menjadi anggota kelompok pencinta alam, meski banyak pula yang menjadi keranjingan jalan-jalan setelah bergabung dengan komunitas.
Bonar Sihotang (36), Kepala Seksi Administrasi Penyidikan Ditjen Pajak, menuturkan, selama ini hobinya jalan-jalan tidak pernah tersalurkan. Saat menelusuri lewat internet dengan kata kunci "jalan-jalan", muncul nama indobackpacker. Dia pun bergabung pada Maret 2006 lalu.
Dana minim
Nita (27) sebelumnya adalah solo backpacker. Ibu rumah tangga yang suaminya bekerja di Amerika Serikat ini justru gemar jalan sendiri, meski tetap ikut bergabung jika komunitas mempunyai jadwal jalan-jalan. April ini Nita berencana jalan-jalan ke Palu dan Togian di Sulawesi Tengah, dan sendirian pula. Anak semata wayangnya terpaksa ditinggal.
"Sesekali pengin juga dong jalan tanpa mengajak anak. Lagi pula, sudah ada yang menemani kok," katanya enteng.
Dengan dana "hanya" Rp 5 juta, Nita berencana berkeliling Sulawesi selama 20 hari. Dia sudah mendapatkan tiket pesawat seharga Rp 668.000 dari Jakarta ke Palu dan tiket pulang dari Manado ke Jakarta seharga Rp 500.000-an. Bagaimana memastikan dana itu cukup?
"Saya sudah menemukan resort sederhana di sana dan kami sudah berkirim e-mail. Saya sudah menghitung dana yang mungkin akan dikeluarkan. Kalau bisa, maksimal 20 hari, kalau dana mepet, ya pulang," papar Nita. Informasi tentang lokasi yang dituju, peta, serta angkutan umum pun sudah dia dapatkan.
Backpacker memang harus berjiwa petualang dan mempunyai daya survive tinggi. Inilah yang membedakan dengan traveller, yang biasa bepergian dengan rencana matang, dana berlebih, dan memasrahkan segalanya kepada biro perjalanan. "Jika pada satu perjalanan biro perjalanan mematok harga Rp 5 juta, misalnya, kami bisa menekan menjadi Rp 2 juta. Tentu semuanya harus menghemat, termasuk harus menggunakan angkutan umum untuk transportasinya," papar Aris.
Sonson, anggota backpacker lain, bahkan bisa sangat menghemat. Perjalanan dari Jakarta-Batam-Singapura-Kuala Lumpur-Jakarta hanya menghabiskan dana total Rp 2,2 juta, sudah termasuk makan dan tempat menginap. "Pintar-pintarnya kita saja. Kalau mau pergi jangan pas peak season, jadi bisa mendapatkan tiket pesawat murah," katanya.
Untuk menekan biaya, para backpacker tidak akan segan atau gengsi menginap di rumah penduduk. Dari pergaulan dengan penduduk setempat, justru mereka mendapatkan sesuatu yang melebihi rasa persaudaraan. "Kami jadi lebih jauh lagi mengenal budaya dan adat setempat. Mereka pun menerima kami dengan senang hati," kata Aris.
Terinspirasi orang asing
Aris yang bekerja di bagian teknologi informasi Container Terminal System Solution Indonesia bisa dibilang cukup berpengalaman sebagai petualang, terutama menjelajahi objek-objek di Indonesia. Aris mengaku terinspirasi backpacker dari luar negeri yang hanya bermodal buku panduan Lonely Planet dan peta namun bisa menjelajahi tempat yang sangat terpencil dan pulang dengan selamat.
"Saya suka naik gunung dan sering ketemu backpacker asing. Mereka lalu bertanya ini-itu sehingga akhirnya saya menjadi pemandu tak sengaja. Saya belajar dari mereka, mendapat informasi tentang lokasi-lokasi yang unik dan aneh," kata Aris, yang pernah jalan-jalan ke sejumlah lokasi dari Jakarta hingga Medan pp selama tiga mingguan.
Jiwa petualang backpacker asing itu pulalah yang membuat Ratna Ariani, wartawan Bisnis Indonesia, makin penasaran untuk menjelajahi berbagai objek menarik di Indonesia. Masa justru orang asing yang lebih memahami Indonesia, begitu pikir Atta, panggilan Ratna.
Pengalaman mengesankan didapat Atta saat pergi ke Kepulauan Karimun Jawa. "Kami pakai dua perahu. Mendadak perahu yang di belakang mogok, dan perahu pertama harus menariknya. Karena laju menjadi pelan, kami sampai tujuh jam berada di lautan. Wah, itu asyik banget, rasa kekeluargaan menjadi bertambah erat," tuturnya.
Banyak pengalaman berkesan yang didapat para backpacker, seperti Indri (29) yang mendapatkan kedamaian dengan mendaki gunung, Ita (30) yang mengasyiki romantisme pantai, atau Arthur (36), penyalur alat-alat migas yang selalu gembira meski hanya berkumpul dengan anggota komunitas, meski tak harus ikut pergi.
Pengin jalan-jalan melepas kepenatan? Gabung saja di mailing list indobackpacker@yahoogroups.com.
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
15:59
0
comments
Mengenang Masa Lalu
Halah....
Jum'at, 14 April 06, gw janjian sama Adi buat ke kampus tercinta di Depok. Tapi sebelumnya, kita ke rumah Cici, 'Mau ngepas Beskap sama Blangkon' (hwawawawawawa!!). Jam 09.30, udah nyampe rumah Cici. Ternyata ada kerja bakti, nebang2 pohon.
Obrol2 tentang undangan, ttg konsep foto prewedd (lah, siapa yg mau foto prewed? kikikikikikik....). Saatnya mencoba beskap!! Jadilah, ukurannya 3L.
'Azhar gak pake seragam?', tanya ibunya Cici. 'Whaaa, gak tante! gak mau pake kaen!' huahahahahahaha.....
Eh, gak lama, bapaknya Cici juga nanya, 'Azhar pake beskap?'. Heh......
Yowes, mendung sudah menggantung. Sesuai rencana awal, ke kampus buat sholat Jum'at. Teng jam 10.30, kita berdua jalan, menyusuri Bintaro, Deplu, Pondok Pinang, TB Simatupang, lanjut ke Depok. Uh...., kenapa gw gak pernah bosen sama nih kampus..... (alhamdulillah, gw sempet ngerasain sekolah di kampus ini..... Makasih ya Ma, makasih Pa, atas do'a dan dukungannya....... hiks..... jadi inget nyokap......)
Sampai di kampus jam 11.20 kurang. Nelpon Darwis, 'Gw mandi dulu Zar...' cengengesan dia di ujung sana. Halah....
Masjid ramai, di danau juga. Banyak pemancing yg melepas hobi di sana (lho, kok belom siap2 buat Jum'atan boss???). Masjid juga rame. Banyak akhwat yg keluar dari masjid (lho, ngapain mbak?? kan libur?? abis ngaji yak??).
Ok, Jum'atan dulu....
Ba'da Jum'atan, layaknya jaman mahasiswa dulu, leyeh2 sejenak d sana. Hujan yg tadi hampir turun, ternyata gak jadi. Tuh liat, enak banget kan nih masjid buat kongkow or tiduran mencari inspirasi......
'Laper nih, makan yok!' Sepakat gw n Adi, ke warung Mbak Ani (kayak lagunya Rhoma, Aaaniiiiiii.....Aaaaaniiiiiiiii....., sungguh aku rindu.....). Letaknya di Kukusan Teknik.
Fyi, sebenernya nama warungnya Shinta, tapi Gogon's nyebutnya gitu coz nama pelayannya Mbak Ani. Dulu, si Ani ini kenal sama kita2: Andri, Udin, Ari, Dito, Adi, Diar, n gw. Cici juga dulu dia kenal, Dahlia kyknya juga. Tapi, kemaren sblom ke sana, gw asumsi, dia udah lupa. Adi dgn PD njawab, 'kita tes, kyknya dia masih inget gw'. Dan benar sodara2!! Dia masih inget tampang tapi lupa nama!!
Gw makan rawon, cumi, tahu goreng, n es teh manis. Smuanya 9900 perak.....
Abis makan, rencananya mau nengok ponakan dari Deddy. Nelpon, eh, ternyata dia lagi belanja (deuuuh, senengnya..... Jadi inget waktu belanja sama Des3, huahahahahahaha). Yo wes, nunggu d kampus aja.
Nongkrong di tempat favorit: Aer Mancur!! Tempat paling eksotis di kampus gw. Heh...., mau ngeceng, mau cari angin, ini tempatnya!!
Lanjut ke dalem, liat papan pengumuman. SNF tercinta!!!
Terus terang, ada rasa bangga juga, sekarang SNF (Sekolah Non Formal, suatu UKM yg bergerak di bidang pendidikan, memberi pelajaran tambahan buat anak2 kurang mampu di sekitar kampus UI Depok) udah bisa bikin acara 'gede' kyk gitu. Duh, harunya.....
Tapi, ini yg paling gw suka (liat yg gw lingkarin di poster bawah ini)
FSI (Forum Studi Islam). Lha, ini kandidat Ketua kok kyk daftar absen satu kelas yak???
Hehehehe, berikutnya, liat lobby A yg sering jadi tempat Expo (halah....)
Dan ini poster promo ISTI nya FSI (kagak berubah, always foto2 doank yg dipajang...heh....)
Ya gitu deh...., kenangan di kampus Depok tercinta. Kampus yg menyimpan hampir sepertiga kenangan dalam hidup gw. Never get bored kalo udah maen2 k sini. Cobain deh. Lu pasti ketagihan ke kampus gw. (hihihihi)
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
09:39
2
comments
SMS dari Darwis
Sobatku ini melakukan perjalanan panjang ke Kampungnya. Berikut laporannya:
Pelabuhan Merak. Mendung. Sama benar dgn suasana hati, zhar. Hahaha!Ternyata ATM di Merak udah gak ada. Cash nyisa 5000. Wataw
15:40:46 - 20/03/2006
Waks! Jembatan putus di Lahat. Gw bener2 estafet ke Jambi. Eh, gw lupa send SBR+email wasiat, hehehe. Btw, sabun lifebuoy kecil lu gw bawa! Ikhlasin ye!
18:33:25 - 20/03/2006
Mengesankan. Gak ada mobil jarak jauh! Semuanya mesti estafet.Nikmatnya perjalanan.
Imagine jaman karavan membelah gurun! Ah lu pasti banyak minta break, hahaha!
21:27:36 - 21/03/2006
03:15 naik kereta ke linggu. Next destination: Lb. Linggau. Ganti bus di Bangko mnuju Sg Penuh-Kerinci. Doain smua lancar.
06:35:11 - 23/03/2006
Lansekap yg hebat. Hutan. Sungai. Sayang, 3 jam ke depan harus berdiri di minibus style 80an. Eh lu jadi travelkeeper gw. Progres dll
10:02:57 - 23/03/2006
Sarolangun. Shalat Dzuhur. Mandi. Eh di masjidnya ada yang bening. Mirip siapa ya? M****** plus s*** (<-- kayaknya ini hiperbolik-red).
Ganti carry. Menuju Bangko. Ya Allah, semoga tdk ada secuilpun 'kesombongan' dalam perjalanan ini. Hamba hanya ingin berdoa sambil menangis di tempat yang mungkin namaMu tak pernah disebut.
13:08:08 - 23/03/2006
Wataw!Carry kursi belakang dipaksa 6 orang. Wataw 3x, dimanalah ada yang naik. Cocok benar buat diar. Pohon tinggi. Di Jambi banyak pesantren Pak!
19:18:42 - 23/03/2006
Lepas Carry! Welcome Bangko. Langsung ke sungai penuh.
Waw! Terus mendaki L300. Ketemu pak tentara di carry tadi. Temen ke kerinci. Gak ada calo yang berani, hehe.
19:19:10 - 23/03/2006
Tiba di sungai Penuh 20.15. 1 jam dari pos pendakian kebun teh kersik tuo.Kota yang indah! Lah didekatnya danau Kerinci. Luassss!! Sayang yang keliat cuma kerlip lampu.
20:24:02 - 23/03/2006
Test! No sementara (darwis beli nomer simpati rupanya. dia sadar, sinyal XL gak akan nyampe Kerinci. Hehehehehe - Red). Tidur lumayan nyenyak di penginapan sungai penuh. Dingin. 45 rb.Lupa bawa senter (amatir sih!) Belum beli logistik. Toko2 belum buka.
07:08: 02 - 24/03/2006
Eksotis.
1. Kotanya sempurna dikelilingi bukit
2. Cewek2nya mayoritas berkerudung
3. Kabut
4. Mayoritas padang
Lu banget Zhar! Hahaha (heee??? kok gw???? -Red)
07:34:06 - 24/03/2006
Bismillah. Setelah keliling kota Sungai Penuh. Setelah sarapan. berangkat ke kesik Tuo. Pos pendakian. Naik carry macam angkot. Landskap bukit yang keren.
08:10:26 - 24/03/2006
Kerinci terlihat memesona dgn hamparan kebun teh di kakinya! Kabut mengungkung. Angin kencang membawa bulir2 air. Doakan nanti malam gak ujan bro! Guide dah dicari pemilik homestay. 2 orang. Lengkap dengan peralatan. Btw, di sini buruk sinyalnya.
16:34:29 - 24/03/2006
Pukul 22.00, naik motor 5 kilo dari homestay. Gerbang pendakian.Ya Alloh, mudahkanlah langkah. Ringankan hati hamba. Smoga Engkau berkenan. Amin Yaa Aziz...
22:44:13 - 24/03/2006
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
11:12
1 comments
Tulisan Mirip Prinsip "Pohon Tertinggi di Gunung Rinjani"
The Husband Store
A store that sells husbands has just opened in New York City, where a woman may go to choose a husband. Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates. You may visit the store ONLY ONCE!
There are six floors and the attributes of the men increase as the shopper ascends the flights. There is, however, a catch... you may choose any man from a particular floor, or you may choose to go up a floor, but you cannot go back down except to exit the building! So, a woman goes to the Husband Store to find a husband...
On the first floor the sign on the door reads:
Floor 1 - These men have jobs and love the Lord.
The second floor sign reads:
Floor 2 - These men have jobs, love the Lord, and love kids.
The third floor sign reads:
Floor 3 - These men have jobs, love the Lord, love kids, and are extremely good looking. "Wow," she thinks, but feels compelled to keep going.
She goes to the fourth floor and sign reads:
Floor 4 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead good looking and help with the housework. "Oh, mercy me!" she exclaims, "I can hardly stand it!"
Still, she goes to the fifth floor and sign reads:
Floor 5 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop-dead gorgeous, help with the housework, and have a strong romantic streak.
She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor and the sign reads:
Floor 6 - You are visitor 400,363,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please.
Thank you for shopping at the Husband Store. Watch your step as you exit the building, and have a nice day!
Pedih kan?? Hehehehehe......
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
13:37
3
comments
Tempat Mangan di Kantorku (tulisan ini akan disambung terus, jadi, jangan bosen2 buat ngeliat) Ada banyak pilihan. Itu dalam hidup. Seperti, siapa yang akan kita pilih sebagai pendamping hidup (halah....).
Kita bicara masalah tempat makanan! Di kantorku, sejak Bank Mega pindah ke gedung yang baru, banyak muncul tempat makan di sekitar kantor. Kalo dulu cuman terpaku sama kantin, nasi Padang, or warung Pojok, kini ada ragam pilihan. Kita lihat satu-satu:
Resto Padang Citra Rasa
Resto ini lumayan enak, tapi juga lumayan nendang harganya :D. Ada 2 ruangan, AC dan Non AC. Dulunya tempat resto ini adalah tempat usaha yg sudah lumayan bobrok. Penyewa yang baru merenov lumayan besar utk membangun resto ini. Komen saya: lumayan enak, tapi mending makan di warung Padang di deket pertigaan Gatsu-Tendean. Hehehehehe....
Tenda - Panas
Tenda - Panas, kenapa aku namakan itu? Karna cuman beratap tenda, which is kalo siang panas bets! Ada sih kiosnya, cuman sama aja, pengap!!
Makanan di sini beragam: nasi uduk, mie ayam, nasi/mie goreng/rebus, es buah, ayam bakar, bubur kacang ijo & indomie, soto mie, wah, pokoke uakeh! Kalo pagi ada bubur ayam n soto ayam (yummy, udah lama gak sarapan di situ).
Letaknya di samping Resto Padang. Nah, lokasi ini di samping apotik depan kantor persis.
Komen saya: kalo mau jajanan, ya mending kesini. Cuman kadang gak nahan sama umpel2an n panasnya itu lho!!
Warung Makan TIKI
Namanya sih Warung Makan Tendean. Tapi karna berdampingan sama oulet TIKI, ya nama yang familiar warung TIKI. Enak. Makanannya variatif. Ada sayur singkong, gudeg, urap, empal, nasi GILA (nasi dicampur telor n sosis trus diaduk2 gak jelas). Harganya lumayan tinggi, tapi worthed sama kenyamanannya.
Komen saya: asik! cuman jangan keseringan. Hehehehehehehe
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
18:36
2
comments
Dony Rahmat Fitri
Paung. Dangduters. Itu panggilan n julukan buat Dony. Orang batak yg fasihnya ngalahin aku dalam javanese. Kawan akrabku di kantor. Hari ini dia resign, pindah ke perusahaan alat berat di daerah Cibubur junction. Heh....
Ngapain pindah?? Yaa buat yg lebih baik lah!! Ambil resiko kalo mau maju.
Tau deh. Rada sedih juga. Dia temen berdebat. Temen pulang malem. Temen makan telor setengah mateng di depan kantor. Temen i'tikaf (sudah 2 ramadhon kami i'tikaf bareng, di Pondok Indah n Al Azhar). Temen satu impian: bikin program Islami yg mendidik dan menghibur.
Hmmm. Nice to knew u Bro. Terimakasih atas segalanya. Silaturahmi tetep dijaga. Janji, kita mesti sering2 silaturahmi. Eh iya. Cepetan nikah!! Anak transtv banyak yg manis tuh!!
notes: Dony yg paling kanan dari foto di atas......
diketik oleh
Azhar Kuntoaji
jam
18:01
2
comments
|
|